SD dan SMP di Yuruf Kekurangan Tenaga Guru

Yuruf – SD YPPK adalah satu-satunya sekolah dasar di Yuruf distrik Web Kabupaten Keerom. Sekolah tersebut memiliki murid sekitar 170 siswa yang berasal dari kampung  Yuruf, Amgotro dan Akrienda.
 SD YPPK membutuhkan penambahan tenaga guru, sebelumnya telah ada guru honor yang cukup namun setelah lulus seleksi PNS, guru-guru tersebut ditempatkan di SD Negeri (Inpres) akibatnya SD YPPK kekurangan guru.
“Kami hanya punya 3 guru PNS, yang sebentar lagi 2 diantaranya akan pensiun dan pindah sehingga hanya ada 1 guru PNS dan 3 guru bantu yang berasal dari anak SMP yang kami minta bantu untuk mengajar,”Ujar Pius Amo guru SD YPPK Yuruf kepada AlDP(07/04/2012).
Menurutnya sudah berkali-kali mereka menghadap  kepala Dinas P dan P Kabupaten Keerom bahkan bertemu langsung dengan bupati Keerom,” Kami minta tambahan guru, janjinya akan dikirim tapi sampai sekarang belum ada,”tambahnya.
Di halaman SD YPPK tersebut telah dibangun SMP kelas jauh dari SMP Negeri 1 Ubrub dengan jumlah siswa sekitar 40 orang. Kehadiran SMP dimaksud untuk mengatasi jumlah anak SMP sekitar Yuruf yang harus berjalan kaki atau menetap di Ubrub. Dengan adanya SMP anak-anak tidak perlu lagi bersekolah ke Ubrub. Sayangnya hingga kini, pemerintah tidak menyediakan guru tetap meskipun SMP sudah memasuki tahun keempat. Akibatnya tenaga pengajar SMP berasal dari guru bantu yakni anak Yuruf yang sudah tamat SMA dan menjadi sarjana.
Selain SD YPPK di Yuruf, Pemerintah juga membangun SD Inpres dusun Wafenembu, Semografi yang jaraknya sekitar sehari jika jalan kaki dari Yuruf. SD Inpres yang dibangun pada tahun 2007, hingga kini tidak berjalan baik sebab tidak ada guru tetap yang mengajar, meski pemerintah menjanjikan akan mengirim guru. Akibatnya beberapa anak tamatan SMP yang mengajar secara sukarela dan kini SD tersebut sudah tidak beraktifitas lagi.
“Sebaiknya pemerintah memberikan pendidikan buat anak-anak kampung yang tepat, sehingga  jadi guru dan bisa mengabdi kembali ke kampungnya sebab kalau bukan orang kampung sendiri agak susah untuk menetap dan mengajar di sini,”Ujar Pastor Paroki Santa Maria Bunda Allah Yuruf, Konradus Ngandur OSA.
Pastor juga berharap agar anak muda dari Yuruf yang sudah mendapatkan pendidikan tinggi mau balik ke kampungnya agar bisa mengabdi kembali ke sekolah mereka.”Jangan tinggalkan kampung setelah jadi orang,”demikian pesan Pastor.(Tim/ALDP).
  • AFDA LUNA

    saya prihatin pada kondisi-kondisi daerah terpencil yang kekurangan guru. menjadi beban pemerintah memang untuk mencerdaskan kehidupan bangsa, selayaknya kita juga harus mendukung upaya pemerintah dlm hal itu, dgn memberikan solusi berupa kesediaan ikut berpartisipasi. sy ingin mjd tenaga pengajar di daerah yg membutuhkan tersebut. sy lulusan D-3 pertanian, Budidaya tanaman perkebunan di Universitas Tanjungpura Pontianak Kalimantan Barat. saat ini sy msh bekerja sbg finace di di depo Tam pontianak.

  • Effers

    Sangat memperihatinkan Pastor