Berita

SBY Diminta ‘Buka Diri’ Bagi Dialog Papua

Jayapura – Direktur Eksekutif Lembaga Penelitian Pengkajian Pengembangan dan Bantuan Hukum (LP3BH) Manokwari, Yan Christian Warinussy mengatakan, sangat bijaksana apabila Presiden SBY mau membuka diri bagi dimulainya pembicaraan penting mempersiapkan dialog Jakarta-Papua.

“Bagaimanapun rakyat Papua sudah berjalan cukup jauh dalam memetakan berbagai hal yang selama ini merupakan masalah. Hal itu terbukti dalam penyelenggaraan Konferensi Perdamaian di Tanah Papua pada tanggal 5-7 Juli 2011 yang lalu yang difasilitasi oleh Jaringan Damai Papua,” kata Warinussy, Rabu.

Sekretaris Departemen HAM dan KPKC Klasis GKI Manokwari itu menjelaskan, dari sisi strategi penyelesaian konflik di Papua, orang asli Papua sebenarnya sudah menetapkan pilihannya untuk menempuh jalur dialog yang komprehensif, adil, bermartabat dan setara menghadirkan pihak-pihak berkepentingan.

“Saya melihat bahwa sudah saatnya pemerintahan Presiden SBY memberi respon yang terbuka, tidak ragu-ragu dan tanpa tendesi apapun dalam menyikapi secara baik aspirasi politik rakyat Papua tersebut,” ujarnya.

Menurut dia, pendekatan yang semestinya digunakan oleh Presiden dalam rangka penyelesaian konflik di Papua, tidak tepat lagi dengan upaya kesejahteraan. Tetapi pendekatan sosio-antropoligis dan politik dengan dialog sebagai media utama.

Ia memandang, penyelesaian permasalahan dan konflik sosial-politik yang berkepenjangan makin mengemuka di Papua selama hampir 10 tahun. “Ini sebenarnya bukan merupakan sesuatu ide yang seakan baru jatuh dari langit, tetapi adalah sah merupakan aspirasi luhur orang asli Papua yang sudah dicanangkan dalam penyelenggaraan Kongres Papua II tahun 2000 di Jayapura,” paparnya. (JO/Jayapura)