Berita

“Saya Menyesal Dengan Kesaksian Palsu Yang Mereka Lakukan”

Buchtar Tabuni

Jayapura-Buktar Tabuni sangat menyesalkan dirinya dijadikan tersangka pada kasus kerusuhan 3 desember 2011 di LP Abepura, demikian pengakuannya saat sidang dengan agenda pemeriksaan dirinya sebagai Tersangka.(13/09/2012).

Menurutnya, tindakan yang dia ambil ketika menemui kalapas Abepura adalah untuk menenangkan penghuni LP yang sedang marah karena ada seorang narapidana yang melarikan diri dan mati ditembak.

Saat bertemu kalapas, Buktar diantar oleh KPLP. Awalnya kalapas meminta agar Buktar bisa atur situasi di luar. “ Saya bukan petugas, nanti massa marah, “ jawab Buktar.

Kemudian kalapas dan Buktar sepakat untuk meminta Komnas HAM membantu melakukan mediasi. Saat itu kalapas menelpon kakanwil dan Buktar sempat diberikan kesempatan untuk bicara dengan kakanwil hukum dan HAM Provinsi Papua.

“Dari siang dan sore tidak ada petugas yang bantu dan lihat saya, petugas takut karena massa sekitar 300 orang, “ akunya.

Buktar yang dalam dakwaan JPU dituduh memprovokasi massa untuk melempar, mengatakan bahwa bahwa dirinya tidak berada dekat tumpukan batu karena berada di pintu utama dekat ruang steril.

Dia memang mendengar ada kaca-kaca yang berguguran. “Waktu itu saya dengar kaca-kaca jatuh tapi bukan dilempar,seperti dipukul pakai balok”.

Bahkan ketika ketua majelis hakim membacakan kerusakan lainnya di LP Abepura seperti pintu panel kantor dan bengkel kerja. Katanya “Massa tidak sampai di atas kantor, apalagi di bengkel yang jaraknya sekitar 30 meter”.

Mengenai adanya kesaksian yang mengatakan dirinya ikut melempar dan memprovokasi narapidana lainnya, Buktar berkomentar,” Saya mengerti karena kelalaian mereka maka menyebabkan kematian seorang napi tapi mereka harus jujur, mereka tahu persis apa yang terjadi”.

“Saya menyesal dengan kesaksian palsu yang mereka lakukan”. (Tim/AlDP)