“Saya Ingin Ada Keringanan Hukuman”

“Saya Ingin Ada Keringanan Hukuman”

Jayapura- “Saya ingin ada keringanan hukuman buat saya,” demikian penuturan Jafrai Murib terpidana seumur hidup kasus pembobolan gudang senjata Kodim Wamena tahun 2003, saat menjalani fisioterapi di RSUD Dok II Jayapura.(09/07/2013). Jafrai kemudian menyiapkan satu surat khusus yang akan disampaikan kepada Kakanwil hukum dan HAM provinsi Papua mengenai permohonan tersebut. Apalagi sebelumnya pihak LP Biak, tempat Jafrai mengalami pemidanaan sebelum dipindah ke LP Jayapura sudah mengajukan permohonan pengalihan Pemidanaan dari hukuman seumur hidup ke hukuman sementara 20 tahun. “Memang kami sudah cek ke LP Biak tapi belum turun, kami juga akan cek ke LP Abepura dan sekalian ke kementrian Hukum dan HAM di Jakarta, “Ujar Cory Silpa dan

Anum Siregar saat mendampingi Jafrai fisioterapi. Usulan pengalihan pemidanaan diajukan setelah jafrai menjalani pemidanaan selama 5 tahun, namun hingga kini belum dikabulkan oleh pihak kementrian Hukum dan HAM RI. Jafrai adalah salah satu dari puluhan narapidana politik yang mengalami diskriminasi oleh negara. Di salah satu pihak negara mengatakan tidak ada tahanan atau narapidana politik namun di pihak lain negara menerapkan standar hukuman yang tinggi dan aturan yang berbelit-belit. Jafrai memilih untuk mengajukan permohonan keringanan hukuman daripada permohonan grasi. “Kalau grasi, kami semua harus putuskan bersama,” katanya sambil memainkan alat-alat edukasi di ruang fisioterapi RSUD Dok II Jayapura.(Tim/AlDP).