Sarana Prasarana dan Mutu Pendidikan Di Distrik Unurum Guay Rendah

Sarana Prasarana dan Mutu Pendidikan Di Distrik Unurum Guay Rendah

Buasum-Anak-anak Sekolah Dasar Negeri Inpres Buasum distrik Unurum Guay Kab Jayapura akan mengikuti Ujian Akhir Nasional untuk mencapai jenjang pendidikan yang lebih tinggi. Sayangnya untuk mengikuti ujian akhir tersebut,anak-anak Sekolah Dasar hanya ditemani dengan guru honor dalam memberikan bekal untuk anak-anak kelas 6 SD Negeri Inpres Buasum. Guru-guru honor hanya melakukan tryout sebanyak satu kali untuk 10 anak peserta ujian.Hal ini diakibatkan guru yang ditetapkan sebagai pengajar tetap, lebih banyak tinggal di kota.”Nanti kalau ada ujian atau kunjungan dari Dinas baru semua datang tipu-tipu untuk mengajar,” ucap Oktovianus Jack seorang guru honor kepada AlDP(05/04/2012).

Sarana dan prasarana yang dimiliki SD Negeri Inpres Buasum jauh dari yang diharapkan, sebagian bangunan sudah rusak, sehingga hanya dipakai 3 ruangan untuk kelangsungan proses belajar mengajar dan dibagi lagi untuk kelas 1 sampai kelas 3 yang digabung menjadi satu, untuk kelas 4 dan kelas 5 juga digabung dalam satu ruangan sedangkan kelas 6 mendapat satu ruangan. Sementara meja belajar,kursi, papan tulis dan kapur sangat terbatas, sehingga proses belajar mengajar yang didapati oleh siswa sangat semakin terbatas. Meskipun sudah ada pembangunan gedung baru namun masih ada bagian yang kurang sehingga tidak digunakan.

Octovianus Jack kembali menerangkan,”Jumlah keseluruhan siswa-siswa di SD Negeri Inpres Buasum sekitar 110 siswa yang setiap paginya harus menempuh jarak sekitar 3 kilometer dari kampung mereka untuk bersekolah,sekolah yang jauh tidak mengurangi semangat anak –anak untuk tetap bersekolah walaupun sering terlambat”.

Untuk meningkatkan kemampuan belajar mengajar, guru-guru honor memperhatikan dan memakai cara yang dilakukan guru-guru yang lain seperti mengajar belajar menulis,membaca abjad dan belajar menghitung. Harapanya,guru-guru yang selalu berlama-lama dikota jangan sia-siakan anak didik.”Mari kita benar-benar mengabdi jangan hanya mendapat gaji namun tidak melaksanakan tugas dan tanggungjawab dengan baik, sehingga mengakibatkan lemahnya pengetahuan bagi anak-anak didik,”tambahnya. “Dengan mengabdi dengan baik maka suatu saat kelak jasa-jasa setiap pengajar akan dikenang dan dihargai,” Kata Okto yang kesehariannya beraktifiras sebagai  guru honor dan juga sebagai sekretaris Jemaat di kampung Buasum.(03/AlDP)