Salah Di implementasi, Otsus Bisa Jadi Jurang Baru Papua-Pendatang
Misool Eco Resort di Raja Ampat

Salah Di implementasi, Otsus Bisa Jadi Jurang Baru Papua-Pendatang

Suasana Pemutaran Film Kerjasama YTH dan Yayasan Kampung Halaman Jogja di Keerom

Arso-Sebagai salah satu pembahas dari 3 serial Film pendidikan yang diselenggarakan oleh Yayasan Teratari Hati Papua(YTHP) dan Kampung Halaman, Anum Siregar mengatakan Otsus membuat jurang baru antara Papua dan pendatang.(14/07/2012).

Anum menjelaskan bahwa sebelum Otsus sudah ada jurang antara orang Papua dan pendatang kehadiran Otsus seharusnya bukan untuk membuat jurang lagi dengan cara yang berbeda,” contohnya kebijakan kelas proteksi dan KSN di SMA 1 Negeri Arso,” ujarnya.

Menurutnya kebijakan pemihakan terhadap orang asli Papua perlu diimplementasikan  dengan menggunakan bentuk-bentuk yang tepat. Orientasi proteksi bukan saja pada jam belajar yang panjang dan disediakan makanan oleh sekolah tapi harus dipastikan mereka mendapatkan guru dan fasilitas terbaik.

 “Kondisi ini biasanya dibutuhkan oleh anak-anak di sekolah swasta, minim fasilitas dan perhatian pemerintah tapi paling banyak anak asli Papua”. Disitulah peran Otsus bukan malah terkonsentrasi pada sekolah-sekolah yang sudah mapan.

Kalau perhatian pemerintah disebarkan pada sekolah-sekolah yang serba kekurangan maka dalam waktu yang bersamaan akan lebih banyak anak Papua yang mendapatkan fasilitas pelayanan pendidikan terbaik karena Otsus.

Lebih jauh Anum menanggapi serius pemisahan kelas antara Papua dan pendatang, Katanya, kebutuhan dasar manusia untuk saling berinteraksi sudah menjadi terganggu.

“Kita tahu di sini(Arso) sedikit sekali media interaksi antara orang Papua dan pendatang, kalau di sekolah dibuat seperti itu juga, kapan kita belajar untuk saling menghormati dan memahami sebagai sesama manusia?”.(Tim/AlDP).