Saksi Verbalisan Membantah, Terdakwa Tetap Akui Disiksa Saat Diperiksa

IMG20141126142727Wamena – Sesuai dengan agenda sidang yang sudah direncanakan, maka pada persidangan tanggal 18 Maret 2015, dilakukan pemeriksaan saksi verbalisan untuk para terdakwa kasus Wara Pisugi di pengadilan Negeri Wamena.

Saksi verbalisan dihadirkan karena pada sidang sebelumnya para terdakwa menolak isi BAP saat diperiksa di Polres Jayawijaya karena mereka dipaksa dan mengalami penyiksaan.

Saksi verbalisan yang diperiksa pertama kali adalah Brigpol Yeskel F.M penyidik pada berkas terdakwa Jali Wlilo, satu dari 5 orang terdakwa.

Saksi Yeskel mengatakan bahwa dirinya memeriksa Jali Walilo dalam ruangan di Unit IV Polres Jayawijaya.

Keterangannya, Jali Walilo diperiksa terlebih dahulu sebagai saksi pada siang hari setelah ditangkap di kampung Wara Pisugi.

“Terdakwa dalam keadaan sehat,” katanya.

Saksi juga mengatakan bahwa terdakwa dapat berbahasa Indonesia, pertanyaan yang diajukan disampaikan satu persatu dan kemudian jawaban Terdakwa diketik kembali dengan menggunakan bahasa Indonesia yang benar.

Saksi Yeskel mengatakan tidak ada aksi kekerasan yang dilakukan terhadap Terdakwa saat dilakukan pemeriksaan baik yang dia lakukan maupun oleh anggota polisi lainnya.

Keterangan saksi Brigpol Yeskel dibantah oleh terdakwa Jali Walilo.

“Itu tidak benar,” kata terdakwa Jali Walilo ketika ditanya oleh ketua majelis hakim, Benyamin Nuboba SH.

“Saya dipukul dalam ruangan terkunci, pukul dengan balok di kepala, pukul pakai senjata,” jawabnya.

Lanjutnya,” polisi lain masuk dan injak kaki saya”

Namun saksi Brigpol Yeskel tetap mengatakan bahwa dirinya tidak melakukan aksi penyiksaan terhadap Jali Walilo.

Majelis hakim kemudian mengakhiri sidang dengan mengatakan bahwa majelis hakim yang akan menilai kebenaran dari keterangan yang disampaikan oleh saksi maupun terdakwa.Sidang ditunda ke tanggal 19 Maret 2015.(Tim/ALDP).