Saksi Tidak Mengetahui Secara Pasti Sebab Kematian Sudaryo

Saksi Tidak Mengetahui Secara Pasti Sebab Kematian Sudaryo

Jayapura-Setelah mengalami penundaan siding selama 3(tiga) kali maka, sidang peristiwa kasus Arso tanggal 13 desmber digelar kembali di pengadilan Negeri Klas I A Jayapura dengan terdakwa Yulianus Borotian(30thn), Petrus Yohanes Tafor(18 thn) dan Wilem Tafor(20 thn). Agendanya mendengarkan keterangan saksi(20/03/2014).

Saksi Pertama adalah Riki haryono, anggota Polres Keerom yang pada malam kejadian bertindak sebagai supir truk Dalmas.

Saksi Riki mengatakan akibat pelemparan, kaca depan truk gugur dan dirinya tidak mampu melihat dengan jelas ke luar.

Riki kemudian mmbenarkan adanya batu besar yang digunakan oleh warga saat melempar. Dari BAP terlihat foto batu sebesar buah kelapa. Hanya ada foto batu tersebut, Padahal menurutnya massa yang banyak melakukan pelemparan beberapa kali.

Penasehar Hukum terdakwa, Anum Siregar meragukan barang bukti tersebut apalagi diketahui bahwa pada saat truk Dalmas dilempar, aparat kepolisian yang berjumlah 20 melakukan tembakan.

“Berapa kira-kira jarak Saksi Riki dengan massa yang melempar?”,tanya Anum Siregar.

“10 – 15 meter,” jawab Saksi Riki.

Menurut Anum, jika dengan jarak sejauh itu sangat sulit massa memegang batu sebesar itu dengan satu tangan kemudian melempar sementara dari arah berlawanan aparat sedang melakukan tembakan.

Saksi berikutnya adalah Wilhelmus Ayomi, Kasat Lantas Polres Keerom yang memimpin patrol Dalmas pada malam itu.

“Saya tidak membawa senjata, memang aparat saya bawa, tapi saya memerintahkan untuk tidak menembak,”jawabnya saat ditanya oleh Anum Siregar apakah saksi mengentahui terdakwa Yulianus dan Terdakwa Petrus mengalami luka tembak.

Kedua Saksi tidak melihat atau mengetahui ketiga Terdakwa ada di tempat kejadian. Sedangkan terkait kematian Briptu Sudaryo, kedua saksi tidak dapat menjelaskan sebab kematiannya atau dengan mengatakan tidak tahu.

Sidang dilanjutkan pada hari kamis tanggal 27 Maret 2014 masih dengan agenda pemeriksaan saksi yang akan dihadirkan oleh JPU, Toman Ramandey, SH, masih ada 2 anggota Polres Keerom yang diminta untuk memberikan kesaksiannya.

Pada peristiwa tanggal 13 Desember 2013 tersebut telah menewaskan salah satu anggota Polres Keerom yakni Briptu Sudaryo, namun dalam Surat Dakwaannya JPU berpendapat bahwa ketiganya hanya terlibat pada kasus sebagaimana diancam pada pasal 170 Ayat(1) jo Ayat(2) ke-1 KUHP. Selain itu JPU masih menyebut 3(tiga) nama yang berstatus sebagai DPO. (Tim/AlDP)