Saksi Sugiono Tidak Tahu Pelaku Pelemparan Bom Molotov Di Rumahnya

IMG20141126142727Wamena – Setelah tertunda selama 4 kali persidangan, akhirnya sidang kasus Pisugi dengan agenda pemeriksaan saksi dilanjutkan di Pengadilan Negeri Wamena(21/01/2015).

Jaksa penuntut Umum menghadirkan 2(dua) orang saksi yakni, Sugiono Hagie, warga kota Wamena yang menjadi korban pada kejadian tanggal 8 Juli 2014.

Saat pemeriksaan saksi, Pengadilan Negeri Wamena menyiapkan penterjemah yang berasal dari PNS di Pengadilan atas permintaan Terdakwa.

Sugiono menceritakan bahwa sekitar pukul 20.00 tanggal 8 Juli 2014, mendengar bunyi lemparan di atas atap rumahnya. Saat dirinya keluar, didapat ada botol pecah yang berisi bensin. Satu diantara botol itu sempat terbakar namun belum sempat membakar rumah dan kiosnya.

“Seperti bom Molotov, botolnya terbuat dari botol kecap, ada sumbu dan bensin,”terangnya dipersidangan.

Ketika majelis hakim menanyakan apakah dirinya mengenali pelaku, Sugiono menyatakan tidak.

“saya sempat mengejar tapi mereka lari”.

Selain dirinya, Sugiono mengatakan bahwa ada kios lain yang mengalami nasib seperti kios miliknya, dirinya juga mendengar kabar kalau ada juga mobil yang sempat dibakar.

Sekitar 4 hari setelah kejadian di rumahnya, Sugiono dipanggil sebagai saksi untuk memberikan keterangan di Polres Jayawijaya. Saat itu Polres Jayawijaya telah menahan Yosep Siep dkk dengan dugaan membuat bom Molotov di Pisugi.

Akan tetapi Sugiono tidak bisa memastikan bahwa ke lima Terdakwa, termasuk Yosep Siep yang sedang dalam pengobatan adalah pelakunya.

Penyidik juga tidak memberitahukan peristiwa penangkapan Yosep Siep dkk pada diriny. Bahkan Sugiono tidak pernah dipertemukan atau ditunjukan wajah Yosep Siep dkk selama menjalani pemeriksaan di Polres Jayawijaya.

Yosep Siep dkk dikenakan dakwaan Kesatu yakni Pasal 187 ke-1 KUHP Jo Pasal 55 ayat(1) ke-1 KUHP, atau Kedua Pasal 187 bis Ayat (1) KUHP Atau Ketiga Pasal 187 Ter KUHP Atau Keempat Pasal 164 KUHP.(Tim/AlDP).