Saksi Polisi : Mereka Bukan Pelaku Peristiwa Di Wamena

IMG20141126142729Wamena – Yosep Siep dkk dikenakan dakwaan Kesatu yakni Pasal 187 ke-1 KUHP Jo Pasal 55 ayat(1) ke-1 KUHP, atau Kedua Pasal 187 bis Ayat (1) KUHP Atau Ketiga Pasal 187 Ter KUHP Atau Keempat Pasal 164 KUHP.

Merek tidak saja dituduh membuat bom Molotov di Pisugi kemudian ditangkap tanggal 11 Juli 2014 tetapi juga terlibat sejumlah aksi untuk membatalkan Pilpres di Wamena, antara lain aksi pembakaran kios dan mobil tanggal 8 Juli 2014.

“Majelis Hakim yang terhormat, setelah membaca BAP, saya menyakini ini dua perisitiwa yang berbeda, kasus di kota wamena tanggal 8 juli 2014 dan penangkapan Yosep Siep dkk di Pisugi, meski ada kesamaan Barang Bukti,” jelas Anum Siregar di persidangan(21/01/2015).

Lantas Anum meminta ijin untuk melihat Barang Bukti yang ada dipersidangan, dirinya memperhatikan satu persatu botol-botol yang dijadikan Barang Bukti.

“Dimana Barang Bukti kasus yang di Wamena?” tanyanya pada saksi kedua yang dihadirkan oleh JPU, saksi atas nama IPDA Dadang Aruman, Kaur Serse Polres Jayawijaya.

“Tidak ada,” jawab saksi Dadang

“Kenapa?”

“Karena Laporan Polisinya beda”

Berdasarkan jawaban saksi tersebut, Penasehat Hukum maupun Majelis hakim kembali mengejar keterangan Saksi Dadang.

Saksi Dadang kemudian mengatakan,” untuk kasus di Wamena tanggal 8 Juli 2014 bukan mereka pelakunya, pelakunya masih dalam pengejaran”.

Sekali lagi Anum Siregar meminta ketegasan dari saksi untuk memastikan keterangannya. Nampak ekspresi aneh dari keempat orang JPU dari sudut ruangan yang berbeda, mereka saling berpandangan.

Maka dengan keterangan tersebut, Dakwaan Kesatu yang dituduhkan oleh JPU kepada Yosep Siep dkk, telah dibantahkan dengan sendirinya oleh saksi yang berasal dari kepolisian.(Tim/AlDP).