Saat Melakukan Operasi Kamtibmas Ada Tembakan dan Kontak Senjata

IMG_2408Sorong– Saksi M Syukur dari Polres Yapen menjelaskan bahwa dirinya tidak mengetahui apa yang terjadi di kampung Sasawa distrik Yapen Barat kabupaten Yapen ,saat ditugaskan untuk ikut tim gabungan melakukan operasi kamtibmas.

“Saya tidak tahu ada apa tapi karena ada surat perintah maka saya ikut tim,”jelasnya.

Saksi mengatakan selain bunyi tembakan saat menuju kampung Sasawa, saksi juga menyaksikan dari jauh terjadi kontak senjata namun saksi mengetahui tujuan dari kontak senjata.

Saksi menjelaskan saat itu ada korban dari Polri dan TNI dan juga ada korban yang meninggal dari masyarakat.

Saksi bertemu dengan Terdakwa III, Terdakwa IV dan Terdakwa VII sebelum terjadi kontak senjata.

“Mereka diamankan oleh aparat polisi dan TNI ke dalam truk,” katanya.

Saksi mengatakan bahwa para terdakwa adalah anggota dari Kelompok bersenjata Ferdinan Worabai.

“Saki tahu dari mana?” desak majelis Hakim, Dedi Thusmaedi SH. Saksi tidak mampu menjawab.

“Jangan hanya dugaan saksi,” demikian peringatan dari majelis hakim.

Pada saat memasuki kampung, saksi melihat ada palang bertuliskan “Anda memasuki Zona merah’ dan ada tripleks bergambar bintang kejora.

“Saksi tahu siapa yang membuat atau menyiapkan benda-benda tersebut?”

“Tidak tahu,” kata saksi.

Saksi kemudian mengumpulkan benda-benda tersebut dan ikut melakukan penyisiran terhadap rumah-rumah penduduk yang sudah kosong.

Sidang kemudian ditutup untuk dilanjutkan pada senin tanggal 15 September 2014.(Tim/AlDP).