Saat Ditangkap Agus Wondiwoi Mengalami Penyiksaan

Saat Ditangkap Agus Wondiwoi Mengalami Penyiksaan

Serui-Agus Wondiwoi salah seorang Tersangka pada kasus 28 Pebruari 2014 di Angkaisera distrik Menawi  Kabupaten kepulauan Yapen  menyesalkan penangkapan terhadap dirinya.

“Waktu itu siang hari, saya ke mau ke rumah keluarga yang meminjam motor saya, tiba-tiba saya ditodong oleh 2 anggota Poliri, kemudian saya dipukul dan ditendang hingga saya jatuh ke parit,” ceritanya.

Saat ditangkap, Agus membawa sangkur. “Saya bawa sangkur karena saya ojek, malam hari saya pernah dipukul sama oang,jadi bawa sangkur hanya untuk jaga-jaga,” akunya pekan lalu di dalam tahanan Polres Kepulauan Yapen.

Agus menceritakan dirinya dipaksa merayap di dalam parit kemudian digiring menuju Polsek Menawi. “Polisi tidak berhenti membunyikan senjata mereka padahal di situ tidak ada yang melakukan perlawanan, tidak ada penyerangan dan lain-lain.”

“Sampai di Polsek saya dibanting, ditendang dan tidak berhenti dipukul. Dimasukan dalam sel dan setelah 3 jam, saya  dibawa ke Polres Yapen dengan menggunakan truk dalmas”.

Di Polres, Agus mencoba menjelaskan mengenai sangkur yang dia miliki tetapi tidak ada yang mau mendengarkan penjelasannya.

Lanjutnya, “Di Polres saya disetrum, kepala saya ditutup kantong plastik sampai saya tidak dapat bernapas, saya ditoki dengan besi”.

Agus kemudian diperiksa mulai dari jam 16.00 hingga jam 23.00 malam hari. Polisi yang memeriksa membujuknya mengaku agar dirinya tidak dipukuli dan dapat dipulangkan.

“Mereka tipu-tipu, keterangan saya mereka paksa. Pengakuan saya tidak sesuai dengan apa yang harus saya akui. Mereka pakai untuk data-data mereka”.

Dirinya dipaksa mengaku mengenal RO yang sudah masuk DPO Polres Yapen, bahkan dituduh sebagai mata-mata.(TIM/AlDP)