Rumah Adat Roboh, Warga Minta Ganti

Rumah Adat Roboh, Warga Minta Ganti

Rumah Adat Kampung Enggros, Kota Jayapura

Jayapura – Rumah adat Kampung Enggros di Kota Jayapura, rusak berat. Bangunan seluas 10×10 itu dihempas ombak kiriman tsunami Jepang beberapa waktu lalu. “Belum ada bantuan, masyarakat juga agak kesulitan untuk mendirikan ulang,” kata Yakob Merauje, tokoh kampung Enggros, kemarin.

Ia mengatakan, rumah adat bagi warga Enggros merupakan sesuatu yang sakral. Di wilayah berpenduduk nelayan itu, rumah adat berdiri sejak puluhan tahun lalu. “Rumah adat sebagai tempat membahas masalah kampung. Biasanya tua-tua kampung dan pemuda akan hadir di para-para dan berbicara,” katanya.

Rumah terbuat dari kayu hutan yang dicat berwarna putih dan merah. Berdiri diatas air laut dengan ketinggian sekitar tiga meter. Di beberapa kesempatan, rumah itu dijadikan tempat kegiatan syukuran dan doa bagi warga kampung. “Setelah rusak, untuk berbicara persoalan, kita pakai rumah masyarakat, kadang juga kita berbicara di gereja,” katanya.

Dibanyak kampung di Jayapura, rumah adat menjadi bagian tak terpisahkan dari sebuah tradisi. Bangunan adat dapat berbentuk tertutup seperti terdapat di wilayah Selatan Papua, atau terbuka untuk beberapa kampung di utara Papua. Rumah ini memiliki beragam ukuran dengan bahan bangunan bervariasi. Ada yang terbuat dari kayu dan material modern, namun ada juga yang masih menggunakan bahan alam seperti daun sagu serta kelapa.

Di Enggros, akibat ombak besar, rumah adat yang sudah berumur belasan tahun itu roboh. “Itu kejadiannya malam, tidak ada korban, air laut datang dan mematahkan tiang-tiang bangunan. Kita kaget tapi tidak bisa bikin apa-apa,” kata Yakob.

Ia berharap ada uluran tangan pemerintah memugar bangunan rusak. “Kalau bisa, kita tidak meminta banyak. Kerusakan itu juga bukan disengaja, itu penyebab alam.”

Kampung Engros di Jayapura terletak dekat pantai Mendug. Untuk kesana, warga harus mengeluarkan beberapa ribu rupiah memakai perahu dari dermaga pantai Tanah Hitam. Jaraknya dari Kota Jayapura sekitar 30 menit perjalanan.

Enggros berpenduduk sebagian besar nelayan. Rumah mereka diatas air dan berdekatan satu sama lain. (02/ALDP)