Berita

Rahael dan Adrianus Melayani Pasien di Rumah

Supiori – Pustu Ramardori di distrik Supiori Timur Kab Supiori mirip Pustu di kampung Masram, tidak dapat digunakan karena terendam banjir. “Ini bukan saja teredam tapi barang-barang yang ada hanyut,” Ujar Suster Rahael Ampenir.

Pustu Ramardori yang dibangun tahun 2006 terletak dekat sungai sehingga seringkali terkena banjir jika hujan deras bahkan menghanyutkan barang-barang di dalam Pustu.

Alasan itulah yang menyebabkan sejak setahun lebih Pustu dibiarkan seperti bangunan tua dan 2 orang petugas Pustu yang merupakan pasangan suami istri memilih melakukan pelayanan di rumah mereka di desa Biniki, tidak begitu jauh dari lokasi Pustu.

“Kami melayani setiap orang yang datang dan karena di rumah maka orang datang kapan saja,” katanya lagi saat ditemui AlDP Online di rumahnya pekan lalu.

Rahael dan suaminya Adrianus Rumere telah melayani selama 4 tahun di kampung itu, sejak kedatangan mereka tahun 2009 kondisi Pustu sudah tidak teratur. Barang-barang seperti rak, tempat tidur atau meja kursi sudah tidak ada. ”kami sudah lapor ke dinas tapi tidak pernah ditanggapi”.

Padahal Pustu Ramardori cukup besar, ada beberapa ruangan termasuk ruang rawat inap sebab Pustu Ramardori melayani warga di sekitar 3 desa. “Termasuk pelayanan untuk desa Yendoker karena Pustunya tidak ada petugas,” jelasnya lagi.(Tim/AlDP).