Putusan Makar Isak Kalaibin :Unsur Niat Sudah Termasuk Makar

Putusan Makar Isak Kalaibin :Unsur Niat Sudah Termasuk Makar

Sorong-Setelah berkali-kali persidangan kasus makar, masih ditemui sikap atau pandangan hakim yang sangat normatif

legalistik, jika tidak dikatakan bertendensi politis.Hal ini terjadi kembali pada persidangan kasus maker peristiwa Aimas menjelang 1 Mei 2013.

Majelis hakim dengan lugas dan tegas mengatakan dalam putusannya bahwa unsure niat dalam peristiwa Isak Kalaibin dkk sudah dapat dikategorikan sebagai makar.

“Niat terpenuhi maka cukup dianggap persiapan permulaan, tidak harus terwujud. Jika sudah ada permufakatan atau persetujuan sudah dapat dikatakan makar,” jelas Maria Sitanggang SH.M.Hum ketika menterjemahkan pasal 106 KUHP mengenai makar.

“Niat terdakwa untuk melakukan permufakatan jahat adalah makar,” katanya saat memimpin sidang di Pengadilan Negeri Klas I B Sorong.(03/12/2013).

Lanjutnya, “ maker adalah delik formil, tidak melihat akibat, bukan hasil tapi tujuan”.

Maka dengan demikian, meskipun pada fakta persidangan tidak ada satu saksi pun yang memberikan keterangan bahwa pada ibadah untuk mempersiapkan Pesta Mama tidak dilakukan orasi Papua Merdeka atau pengibaran BintangKejora, tetapi apa yang sudah dilakukan Isak Kalaibin adalah makar.

“Ini paradox dengan Negara kita yang dikatakan Negara demokrasi ,sudah mengalami reformasi, sebab nyatanya masih ada putusan yang seperti itu,” Ujar Anum Siregar SH salah satu Penasehat Hukum, saat memberikan keterangan pers usai sidang.

“Bayangkan jika baru berpikir sudah bisa dipidana.Tidak ada lagi kebebasan berekpresi,” lanjutnya.

Anum berpendapat bahwa cara-cara normatif yang sangat kaku tersebut akan merugikan pemerintah sendiri.

“Ini bukan langkah yang efektif untuk menyelesaikan persoalan di Papua. Makin menipis tingkat kepercayaan dan kepatuhan rakyat terhadap pemerintah,” Ujarnya tegas.(Tim/AlDP).