Pustu Sumber Mulya Dikelilingi Rumput Tinggi
Unjuk rasa warga di Kantor Dephumham Papua

Pustu Sumber Mulya Dikelilingi Rumput Tinggi

Merauke – Puskesmas Pembantu Kampung Sumber Mulya, Distrik Kurik, Merauke, dipenuhi rumput. Pustu yang buka sepekan sekali itu terlihat sangat tidak terawat.

“Bukanya satu minggu satu kali, kemarin ada buka, tapi sekarang tutup lagi,” kata warga Sumber Mulya, Yosephina Balagaize, kemarin.

Rumput tinggi memenuhi sekitar halaman depan dan belakang. Pembersihan jarang dilakukan kalau musim hujan. “Biasa ada juga yang potong, kurang tahu sekarang rumput dibiarkan begitu saja,” katanya.

Ia menambahkan, layanan kesehatan di Kurik Enam berjalan normal. Bila ada warga sakit, petugas medis langsung segera menangani. “Hanya saja kalau petugas lagi tidak ada, kita harus jalan jauh lagi ke Kota Distrik untuk berobat, kurang lebih satu jam pakai motor,” ujarnya.

Jalan masuk ke Pustu juga berlumpur. Bagi warga Marga Mulya yang sudah terbiasa, jalan lumpur bukan masalah. “Biasa saja mas, orang petani ya harus dekat dengan lumpur,” kata Risna, petani sawah.

Ia kalau sakit hanya mengobati diri dengan obat yang dijual bebas di kios. “Tapi biasa juga ke pustu pakai kartu Jamkesmas,” ucapnya.

Sejumlah puskemas pembantu di kampung pedalaman di Merauke kerap dibelit masalah. Pustu Kampung Senegi di Distrik Anim Ha yang buka tiap hari, masih harus memperbantukan seorang dokter perusahaan HTI. “Kita kekurangan tenaga medis, ya mau bagaimana lagi, terpaksa saya minta dokter dari perusahaan juga untuk membantu,” Kata Hendrika Lawalata, bidan pustu.

Menurutnya, dengan kondisi akses transportasi yang kurang memadai, layanan kesehatan pada warga tak bisa dipaksakan. “Kalau jalan rusak, kita tidak bisa ambil obat di puskesmas, kadang orang kampung pakai dukun untuk berobat.”

Ia berharap, pemerintah tidak mengabaikan kesehatan warga yang tinggal jauh dari kota. “Yang jadi masalah itu apa, banyak yang selalu tes menjadi petugas kesehatan, ya itu yang disebar ke kampung-kampung, bukan mereka dibiarkan dan menumpuk saja di kota,” pungkasnya. (02/ALDP)