Puskesmas Ubrub Kekurangan Tenaga Medis Untuk Pustu

Puskesmas Ubrub Kekurangan Tenaga Medis Untuk Pustu

Ubrub-Puskesmas Ubrub Distrik Web Kab Jayapura adalah ujung tombak pelayanan kesehatan untuk wilayah distrik Web selebihnya kampung atau desa di distrik Web mengandalkan Pustu(Puskesmas Pembantu).Pelayanan Pustu hanya ada di kampung Yuruf,Semografi, Dubu dan Yambraf dengan petugas masing-masing sebanyak satu orang,sedangkan di Yambraf untuk sementara ini tidak ada petugas.
Puskesmas Ubrub sendiri memiliki 1 dokter dan 9 tenaga medis.Pelayanan di Puskesmas Ubrub diusahakan untuk tetap berjalan setiap harinya meski tidak semua petugas berada di Puskesmas,”setidaknya ada 4–6 petugas setiap waktu pelayanan,”Ujar dokter Puskesmas Ubrub, dokter Agus Susanto saat ditemui di Puskesmas Ubrub(07/04/2012).
Dokter Agus menyadari bahwa Pustu-Pustu di Distrik Web sangat kekurangan tenaga medis. “Meskipun kami sudah meminta tapi hingga kini belum ada formasi untuk menggantikan petugas yang tidak ada,”jelasnya. Menurutnya untuk mengisi kebutuhan tenaga medis pernah diusahakan untuk mengontrak ”kalau kita kontrak orang tentu tergantung orang yang kita kontrak,mau tidak,tidak bisa dipaksa”,jelasnya.
Puskesmas Ubrub sendiri sempat tidak memiliki bidan untuk menolong persalinan dan untuk perawatan Ibu dan anak pada tahun 2009-2011 karena bidan yang ada sedang tugas belajar,baru pada akhir 2011,bidan tersebut kembali bekerja dan ditambah dengan 1 orang tenaga bidan lagi.”Sebelumnya kalau ada persalinan,saya dan petugas lainnya yang tolong,”katanya.
Puskesmas Ubrub meskipun sebagai tempat pelayanan kesehatan yang utama di distrik Web namun statusnya sebagai Puskesmas rawat jalan bukan rawat inap sehingga secara khusus tidak menyediakan pelayanan rawat inap.Apalagi menurutnya masyarakat seringkali keberatan untuk rawat inap karena tidak ada keluarga yang menjaga dan mengurus makan mereka.
Dalam sehari,Puskesmas Ubrub melayani setidaknya 15 orang pasien dengan jenis penyakit seperti ISPA,penyakit kulit dan malaria. Katanya,”Ini penyakit utama pasien,sehingga obat yang tersediapun obat standar untuk jenis penyakit-penyakit tersebut”.Pasien terbanyak adalah perempuan,”Mama-mama dengan keluhan badan capek-pegal-pegal,maklum di sini kan beban kerja perempuan sangat berat sehingga keluhan seperti itu yang kami terima,”Ujarnya.(Tim/AlDP).