Puskesmas Pembantu Yapan Tidak Terima Biaya Operasional

Puskesmas Pembantu Yapan Tidak Terima Biaya Operasional

Yapen-Luas kampung Yapan 9,65 km2 atau 6,56% dari luas distrik Yapen Selatan (14.041,78 Ha). Jumlah penduduknya pada sensus tahun 2008 tercatat 739 jiwa dengan kepadatan penduduk 76,57 jiwa/km2.

Di kampung ini berdiri Pustu  sejak tahun 2005 dan saat ini ada hanya ada 2 perawat yang bertugas.“ Setidaknya ada 60 orang per bulan yang terkena malaria”, ujar Blandina Tanyuga perawat yang bertugas sejak tahun 2009. Menurutnya curah hujan yang tinggi dan perilaku kebersihan di sekitar lingkungan rumah menjadi faktor dominan pemicu tingginya penyakit ini. Pasien lainnya menderita batuk pilek, sekitar 50 an orang dalam sebulan dan didominasi oleh golongan usia anak-anak. Apalagi pada saat  musim buah durian, kulit buah dibuang sembarangan dan menjadi sarang nyamuk.

Pustu Yapan seringkali kesulitan untuk menjalankan pelayanan kesehatan.“Setiap 3 bulan kami minta obat namun terkadang dihambat dengan berbagai alasan, padahal itu kebutuhan pengobatan di masyarakat,”Ujarnya saat ditemui pekan lalu. Bahkan mereka sudah tidak menerima biaya operasional Pustu sejak 2 tahun lalu.

Menurutnya sudah berkali-kali menanyakan kepada pihak Dinas namun Dinas mengatakan bahwa dana tersebut sudah diambil oleh petugas Pustu yang sebelumnya dan kini yang bersangkutan sedang tugas belajar. Pihak Dinas tetap memberi biaya operasional padanya dengan alasa tidak tahu bahwa petugas yang bersangkutan sudah tidak beraktifitas di Pustu Yapan.

 “Bahkan ketika kami mulai bertugas sudah tidak ada meteran listrik sehingga untuk penerangan Pustu kami meminta sambungan dari warga sekitar. Hal ini sudah kami laporkan ke Dinas namun katanya nanti dan nanti,” jelas suster Blandina dengan  nada kesal. “Hal ini juga saya sudah sampaikan ketika Pustu ini dijadikan pusat tempat pengobatan filariasis beberapa waktu lalu. Namun lagi-lagi jawabannya nanti akan diperhatikan,” kata ibu beranak satu ini.

Masih menurutnya Pustu Yapan sudah memberikan laporan bulanan  ke Puskesmas Serui.Suster Blandina sangat mengkhawatirkan tingginya penderita malaria, namun hingga kini belum ada respon dari pihak Dinas Kesehatan.”Kami khawatir musim hujan yang sedang melanda Serui ini akan berdampak pada meningkatnya penderita malaria di kampung Yapan,Ujar Suster yang merupakan anak asli kampung Yapan.(04/AlDP)