Berita

Puluhan Siswa di Puncak Ikut Ujian Diluar Daerah

Jayapura – Puluhan siswa Sekolah Lanjutan Tingkat Atas di Ilaga, Kabupaten Puncak, mengikuti Ujian Nasional hari ketiga di Timika dan Nabire. Kondisi Ilaga yang belum sepenuhnya kondusif, membuat UN dilaksanakan diluar daerah.
Jumlah siswa dari Ilaga yang mengikuti UN di luar yakni SMKN I Ilaga, 34 siswa, mengikuti UN di Nabire, dan SMAN I Ilaga, 26 siswa di Timika. 12 siswa lainnya dari SMAN I Ilaga juga dipindah mengikuti ujian di Nabire. “Untuk Sekolah Menengah Pertama, SMP I Ilaga, 65 siswa ujian di Timika dan 19 lainnya di Nabire, siswa tersebut sudah ikut proses belajar mengajar dari beberapa bulan lalu didua daerah tersebut,” kata James Modouw, Kepala Dinas Pendidikan Propinsi Papua, kemarin.
Jumlah siswa SLTA yang mengikuti UN dari Senin sampai Rabu di Papua sebanyak 20.038. Jumlah itu tersebar di 27 Kabupaten dan satu kota. Terdiri dari 14.210 pelajar SMA, 193 siswa Madrasah Aliyah, 5.828 pelajar tingkat Sekolah Menengah Kejuruan dan 7 siswa SMA Luar Biasa. “Kita berharap lancar dan aman,” ujarnya.
Sementara itu di Puncak Jaya, sebanyak 186 pelajar mengikuti ujian akhir. Yakni SMA Negeri Mulia sebanyak 102 siswa, SMK Mulia 39 pelajar dan SMK Distrik Ilu, 25 orang. “Ujian disana tidak terpengaruh dengan gangguan keamanan,” kata Modouw.
Ia mengatakan beberapa sekolah di pedalaman Papua yang tidak aktif melaksanakan proses belajar, tak akan diikutkan dalam ujian nasional. Sekolah tidak aktif misalnya di SMP Ilwayab, Sekolah Dasar Yulili, SD Padua, dan SD Bibikem di Distrik Ilwayab, Kabupaten Merauke. “Itu sudah keputusan dari pemerintah daerah. Ujian adalah mengukur sesuatu dari proses belajar. Kalau tidak ada belajar mengajar, mana bisa ujian. Nanti yang terjadi malah tipu-tipu,” ucapnya.
Pemindahan Ujian Nasional dari Kabupaten Puncak ke Timika dan Nabire diakibatkan bentrok Pemilukada di wilayah itu sejak pertengahan tahun 2011. Dua kubu, dari Simon Alom dan Elvis Tabuni, berperang hingga menimbulkan jatuh korban puluhan orang. (02/AlDP)