Pulau Ram Masih Gelap Gulita

Pulau Ram Masih Gelap Gulita

Festus Womsiwor, Ketua RW I RT II Pulau Ram

Sorong–Warga di Pulau Ram, atau Pulau Buaya, Kota Sorong, Papua Barat, masih tinggal gelap gulita.

Pulau yang berjarak kurang lebih 30 menit menggunakan perahu dari Kota Sorong itu, puluhan tahun tak dialiri listrik. “Ada bantuan genzet untuk warga, tapi itu tidak semua,” kata Festus Womsiwor, Ketua RW I/RT II Pulau Ram, pekan lalu.

Ia mengatakan, penduduk pulau mencapai sekitar seribu jiwa. Untuk penerangan, warga memakai petromaks. Ada juga genzet dan solar cells bantuan dari pemerintah. Sayangnya, tidak semua mendapatkan bantuan alat penyerap sinar matahari itu. “Kita sudah minta berulang kali, tapi pemerintah hanya janji-janji saja,” katanya.

Penerangan menjadi prioritas di pulau yang memiliki luas kurang lebih lima hektar itu. “Pulau Buaya ini masih masuk dalam Kota Sorong, dekat saja, kalau pakai kabel bawah laut sebenarnya bisa, tapi itu sudah, pemerintah tidak perhatikan,’ katanya.

Menurut dia, pemerintah hanya menghabiskan anggaran apabila ke pulau. “Sudah sering, mereka bikin makan-makan disini, waktu itu ada bantuan dari pemerintah, satu genzet kapasitas kecil, itu kan tidak bisa untuk semua warga,” ujarnya.

Pulau Buaya di huni oleh sebagian besar nelayan dari Buton dan Biak. Di malam hari, pulau tersebut sepi dari keramaian. “Kita bukan terpencil, saya mau bilang, harus ada penerangan, jangan datang mau cari suara saja kalau pemilihan,” kata Festus lagi.

Pulau Buaya berbentuk seperti mulut buaya dari kejauhan. Pulau ini setiap pekan ramai dikunjungi wisatawan lokal untuk bersantai menikmati pantainya yang indah. “Saya ada Solarcells, ada sekitar lima orang di Pulau ini yang dapat,” kata Rustin, istri Ketua RT II Pulau Ram.

Menurut dia, pembangunan kampung seharusnya diarahkan ke daerah pulau. “Kita bukan tinggal jauh, Pulau Dom bisa lebih ramai dan ada listrik, kenapa di sini tidak, itu jadi pertanyaan,” katanya.

Ia berharap pemerintah Kota Sorong memberi bantuan penerangan layak. “Ada keluarga yang pakai satu genzet untuk lima rumah, itu kan tidak bisa, untuk bahan bakar, mereka sumbang-sumbang,” pungkasnya. (tim/ALDP)

  • http://diegokowa diego kowa

    Seharusnya pemerintah harus menyumbang listik melalui kabel melalui bawa laut jangan pemerintah cuma gi tu aj tdk bisa membangun srong kepulauan