PT Victory Diduga Akan Merusak Segitiga Emas Orang Keerom

PT Victory Diduga Akan Merusak Segitiga Emas Orang Keerom

Arso-“Kami namakan Segitiga Emas karena di situ tempat kami mencari makan sampai hari ini. Kami ambil kayu, ambil ikan di sungai dan juga ada tempat-tempat keramat,” Ujar Clemen Nouyagir pada pertemuan di Dekenat Arso.(06/05/2014).

Pertemuan tersebut membahas SK Bupati Keerom nomor 93 tahun 2013 tertanggal 5 September 2013 yang memberikan ijin lokasi pembangunan perkebunan kelapa sawit seluas 4.885 Ha kepada PT Victory Cemerlang Indonesia Wood Industri di distrik Arso Timur Kabupaten Keerom.

“Hutan kami semuanya sudah hancur, semuanya sudah kami serahkan, ini tinggal sepenggal untuk anak cucu kami, maka nyawapun saya pertaruhkan,” katanya tegas.

Clemen dan peserta pertemuan lainnya sepakat bahwa selama ini tanah-tanah yang sudah diambil dan dijadikan lahan kelapa sawit, tidak memberikan dampak yang positif buat orang Keerom sendiri.

Lanjutnya, “Kita bicara  Keerom berarti kita bicara bukan hanya Arso Kota, tapi juga orang-orang di Workwana dan Wambes, jadi semuanya harus menyadari itu dan melindungi tanah sisa yang kita miliki ini”.

Menurutnya masyarakat di Workwana dan Wambes jangan mudah terbujuk dengan investor dari luar karena mereka akan kehilangan sumber kehidupan mereka yang utama.

Istilah Segitiga Emas muncul saat dilakukan pemetaan yang mulai dirintis pada tahun 1992 dan kemudian diselesaikan menjadi peta bersama pada tahun 2004. Hasil pemetaan tersebut kemudian menjadi rujukan peta kabupaten Keerom yang memutuskan wilayah tersebut menjadi bagian dari hutan lindung. Wilayah itu milik masyarakat di Workwana, Wambes dan Arso Kota.

“Saya ikut melakukan pemetaan itu dulu, itu hutan lindung dan sumber kehidupan kami.Maka pemerintah seharusnya sudah tahu, jadi tidak boleh kasih ijin,” tandasnya.(Tim/AlDP).