Program Ekonomi Harus Sesuai Dengan Kapasitas Lokal

Program Ekonomi Harus Sesuai Dengan Kapasitas Lokal

Serui-Pembangunan yang saat ini sedang gencar-gencar dilakukan Pemda Yapen  belum menyentuh masyarakat yang ada di Kabupaten Kepulauan Yapen. Hal ini dikatakan Ketua Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Ottow Geisler (STIE-OG) Serui R.Piris,SE,M.Si yang dikonfirmasi AlDP pekan lalu di kantornya.

Menurutnya pembangunan untuk masyarakat asli sepertinya belum jelas mau kemana arahnya. Berbagai program yang dilakukan pemerintah untuk meningkatkan ekonomi masyarakat lokal terbukti tidak berdampak pada peningkatan untuk membuat masyarakat sejahtera sebagaimana cita-cita negara.

“Harga-harga yang ada tidak terkendali, padahal seharusnya Pemda bisa membuat pos pengawasan harga di pasar untuk memantau harga atau bisa melakukan survey kemudian mengumumkan di RRI terkait harga berbagai komoditi,”katanya.

Selain itu pemerintah tidak memperhatikan potensi lokal yang ada. Hal ini penting karena akan menentukan apa yang mau dilakukan dan dikembangkan di wilayah itu serta siapa yang terlibat. “Ini agak aneh, misalnya warga di pesisir diberikan program peternakan,” tambahnya.

Selain itu tidak ada pengawasan sehingga program hanya untuk menjawab kebutuhan proyek dan bukan untuk kepentingan warga. Akibatnya banyak program yang tidak bisa berhasil dan tidak mendapatkan dukungan partisipasi warga.

Katanya warga bingung mau kerjakan yang mana karena hari ini program peternakan, besok perkebunan, lusa perikanan dan berikutnya perkebunan. Mau dibawa kemana rakyat kita kalau justru pemerintah yang membuat warganya sulit memilih skala prioritas program.

Dia berharap sebelum SKPD menrencanakan suatu program harus melalui studi kelayakan kapasitas local. Selain itu sinkronisasi program antar SKPD wajib dilakukan karena jangan sampai program sifatnya parsial dan hanya mengorbankan rakyat. (04/AlDP)