PLTD Bintuni Kekurangan Bahan Bakar
Menkopolhukam & Pastor Neles tebay

PLTD Bintuni Kekurangan Bahan Bakar

Kota Bintuni

Bintuni – Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD) Bintuni minim bahan bakar. Untuk mengaliri listrik di Kota Bintuni, PLTD memerlukan hingga ratusan ton BBM per bulan. “Ini masalah utama, apalagi ada satu mesin kita yang harus diperbaiki,” kata Yodi, petugas PLTD Bintuni, kemarin.

Ia mengatakan, mesin PLTD milik Pemda Bintuni, berkapasitas 800 kwh, 1000 kwh dan 1500 kwh. “Masing masing dua mesin, jadi ada enam mesin semuanya, yang jalan hanya lima, kalau mau listrik full, memang harus ada penambahan mesin,” ujarnya.

Kelistrikan di Bintuni tak pernah tuntas. Mengatasi hal tersebut, BP Indonesia selaku pengelola gas Tangguh akan memasok 230 juta kaki kubik per hari (mmscfd) atau setara per gas alam cair (LNG) untuk kelistrikan di Bintuni. Kesepakatan ini termuat dalam Memorandum of Understanding (MoU) antara PLN dan BP Tangguh di Kantor Kementerian ESDM, Mei 2012.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Jero Wacik, seperti dirilis esdm.go.id mengungkapkan melalui pembicaraan intens antara Pemerintah dan BP, disepakati sebagian gas Tangguh akan diberikan untuk pasar domestik.

Penyaluran gas ini, lanjut Jero Wacik, akan dimulai pada tahun depan, dan dimulai dengan penyaluran gas untuk membangkitkan listrik berkapasitas 4 MW.

Bupati Teluk Bintuni, Alfons Manibuy mengatakan, mengawali pembangunan jaringan listrik, saat ini sudah dimulai pekerjaan dengan mendatangkan kabel dan peralatan. “Tenaga listrik gas ini berdaya 8 mega watt. Jaringan kabel listrik sekitar 40 km akan melewati laut dan diseberangkan sampai ke ibukota kabupaten,” katanya.

Progam listrik lintas laut ini merupakan kewajiban LNG Tangguh terhadap masyarakat di Kabupaten Teluk Bintuni yang sumber daya gas alam cairnya dieksploitasi. “Program listrik dari BP Tangguh ini sebagai bantuan, karena sudah menjadi kewajiban perusahaan,” ujarnya lagi. (02/ALDP)