Plikada Mimika Aman, Kemana Sisa Surat Suara?

Plikada Mimika Aman, Kemana Sisa Surat Suara?

Timika-Tempat Pemungutan Suara (TPS) pada Pemilihan Kepala Daerah(Pilkada) kabupaten Mimika beragam bentuknya. Ada yang menggunakan halaman toko dan hanya menutupnya dengan spanduk bekas. Ada juga yang menggunakan pasar tradisional, ruangan kelas ataupun membuat sabua(gubuk) kecil di halaman rumah.

Pada TPS yang dilakukan dalam ruang kelas, seperti yang terdapat di TPS 01 kampung Utikini Baru(SP12) Distrik Kwamki Lama, tidak tersedia bilik rahasia untuk mencoblos surat suara, hanya ada sekat setinggi pinggang orang dewasa tanpa pintu.

Pemilih pun menumpuk untuk antri mencoblos setelah mendapat surat suara, tidak ada rahasia.

Hampir di setiap TPS, prosesnya berlangsung cukup lama, terutama TPS yang berada di luar kotaTimika, di sekitar SP 12 distrik Kuala Kencana.

Hal ini disebabkan beberapa hambatan tehnis, seperti TPS yang belumsiap, Kotak suara yang baru sampai di TPS atau tidak lengkapnya logistik Pemilu, seperti tidak ada tinta.

Keterlambatan disebabkan juga oleh pemilih yang masih bertanya dan membutuhkan penjelasan atau bahkan memprotes kehadiran saksi. Juga dikarenakan ada pemilih tidak tahu persis lokasi TPS,mereka datang di lokasi yang berbeda.

Selainitu, pada 1 TPS, jumlahsuara rata-rata di atas 400 surat suara sehingga membutuhkan waktu yang lama, baik proses mencoblos, menghitung ataupun proses’ diskusi’ sebelum menghitung.

“Mereka belum menghitung, tapi lagi kumpul sama saksi-saksi untuk mendiskusikan sah tidaknya surats uara,” Ujar seorangpolisi yang bertugas di TPS 12 Kampung Olaroa Kwamki Narama.(10/10/2013).

Setelah proses pencoblosan,dalam bilik kecil yang berdinding daun kelapa, KPPS dan saksi-saksi sedang berdiskusi sambil membuka surat suara satu bersatu.

Lanjutnya, “Mereka akan sepakat yang mana sah dan yang mana tidak sah, mungkin ada yang mencoblos tapi tidak tepat di tengah, atau hal lain. Kami aparat serahkan ke mereka, sepakatnya seperti apa. Kalau terjadi keributan baru kami berperan”.

Warga sekitar lokasi TPS tetap berkerumun menunggu ‘kesepakatan’ di dalam bilik daun kelapa. Setelah berunding agak lama, barulah warga diminta kumpul kembali untuk mendengarkan penghitungan suara.

Hampir tidak ada protes tentang sah tidaknya surat suara yang sudah dicoblos sebab yang selalu menjadi masalah utama di TPS adalah jumlah Surat Suara yang tersisa.(Tim/AlDP).