Pistol Yang Mau Dikembalikan Diketahui Oleh Aparat

02 juli 2015Wamena – Terdakwa Kelpis Wenda, mempertegas kembali keberadaan pistol jenis barreta yang ditemukan di honia laki-laki Kampung Wulundia kabupaten Lanny Jaya.

“Senjata itu saya lihat di dalam honai laki-laki waktu mau ambil alkitab mau ke gereja. Saya lihat ada pistol, saya masukan dalam kaos kaki dan kembalikan ke lemari,” Ujarnya di Pengadilan Negeri Wamena, (29/06/2015).

Kelpis mengatakan bahwa dirinya menyuruh Kamori ke Honai laki-laki di Wulundia untuk mengambil pistol dan akan diserahkan ke gubernur sesuai dengan janji gubernur yang akan memberikan pekerjaan bagi siapa yang mengembalikan senjata.

“Awalnya pengembalian pistol mau dilakukan di Tingginambut tetapi karena gubernur tidak jadi ke Tingginambut makanya di Wamena saja,” jelasnya.

Menurutnya usai pertemuan pagi dengan gubenur, malam hari dirinya ikut pada pertemuan di rumah bupati Lanny Jaya. Masih terkait pengembalian senjata, pada pertemuan itu ada Wakapolres Puncak Jaya. Beberapa orang yang berjanji akan kembalikan senjata sempat membuat Surat Pernyataan.

Kelpis memperjelas pertanyaan Penasehat Hukumnya, Simon Patiradjawane, SH yakni bahwa rencana pengembalian senjata diketahui oleh aparat keamanan.

Lanjutnya,” Gubernur bilang kalau takut kasih kembali ke TNI Polri, nanti kasih kembali ke saya saja,”.

Saat disinggung isi Berita Acara Pemeriksaan (BAP) yang menyebutkan bahwa senjata itu akan dijual ke kelompok Purom Wenda seharga 3 juta, Kelpis Membantah.

“Waktu di polisi saya sudah bilang senjata mau diserahkan ke utusan gubernur, tapi polisi tidak percaya. Saya dipukul dan diancam mau ditembak,” katanya.

“Jadi yang benar keterangan kamu di polisi atau di persidangan?”, tanya Anum Siregar untuk mempertegas pengakuan kliennya.

“Keterangan sekarang, di sidang ini,,” tegas Kelpis.

Kelpis Wenda bersama dengan Kamori Murib didakwa melanggar Pasal 1 Ayat (1) UU Darurat Nomor 12 tahun 1951.

Sidang Kelpis Wenda ditunda hingga tanggal 9 Juli 2015 dengan agenda mendengarkan tuntutan dari Jaksa Penuntut Umum. (Tim/AlDP).