PH Roby : Penangkapan Roby Tidak Sah

Pemohon Praperadilan  Penangkapan dan Penahanan Robby Pekey Tidak Sesuai ProsedurWamena – Pada kesimpulan yang disampaikan oleh Tim PH Roby Pekey, Pemohon Praperadilan terhadap kapolres Jayawijaya menyatakan Penangkapan dan Penahanan terhadap kliennya adalah tidak sah dan melanggar KUHAP.

“Pihak Termohon tidak memberikan Surat Perintah Penangkapan padahal surat sudah dibuat dan Roby sudah dalam penguasaan Termohon karena luka tembak di RSUD Wamena,” Ujar Simon Patiradjawane SH PH Pemohon.(3/08/2015).

PH Pemohonan bahkan mempertanyakan sikap kapolres Wamena yang juga tidak memberikan Surat Perintah Penangkapan yang telah dibuat kepada Anaskus Pekey(Ayah Roby) padahal Anaskus Pekey secara khusus pada malam tanggal 21 Juni 2015 telah mendatangi Polres Wamena.

Anaskus Pekey sempat mendatangi Polres Jayawijaya di Wamena usai melihat anaknya di UGD RSUD Wamena sekitar pukul 23.00, saat itu Surat Perintah Penangkapan telah dibuat. Berdasarkan bukti Surat Berita Acara Penangkapan, di situ tertera Penangkapan dilakukan pukul 19.30 wit.

Kapolres juga mendatangi UGD usai bertemu Anaskus Pekey namun tak memberikan Surat tersebut, baru pada keesokan harinya, anggota penyidik Polres Jayawijaya memberikan Surat tersebut dan ditolak oleh keluarga.

PH Pemohon juga membantah tuduhan Termohon bahwa Roby Pekey tertangkap tangan mencuri sepeda motor.

“Motor yang dipakai Roby itu motor yang digadai. Dia pakai antar kamii, ke asrama, nonton bola, keliling kota Wamena dengan bebas karena dia tidak tahu,” jelas Kisena, salah seorang saksi Pemohon.

Saat PH Pemohon menanyakan kepada pemilik motor apakah dapat memastikan bahwa Roby yang mencuri motor miliknya yang hilang pada tanggal 13 Juni 2015,saksi tidak tahu.

Roby Pekey , 22 tahun mahasiswa akademi keperawatan Wamena dituduh mencuri motor, dikejar dan ditembak sebanyak 3 kali oleh polisi tannggal 21 Juni 2105 dan hingga kini masih di RSUD Wamena.(Tim/AlDP).