PH Mempertanyakan Informasi Yang Didapat Oleh Kasat Intel Polres

IMG20150211131612Wamena – Saksi Nursalam Saka adalah saksi ketiga yang memberikan keterangan pada persidangan Areki Wanimbo. Saat penangkapan Wanimbo, saksi adalah Kasat Intelkam Polres Jayawijaya.

“Kami sudah mendapatkan informasi terhadap aktifitas Areki Wanimbo sejak lama. Informasi jaringan kami mengatakan ada pertemuan tanggal 7 Juli 2014 dan 9 Juli 2014”, jelasnya.(11/02/2015).

Namun dirinya mengatakan tidak dapat melakukan penangkapan atau pencegahan karena informasi didapat setelah tanggal pertemuan.

“Pernyataan saksi tidak konsisten karena tadi saksi mengatakan pertemuan tanggal 7 juli 2014 dan tanggal 9 Juli 2014 tidak dapat dihentikan karena diketahui setelah pertemuan tapi untuk pertemuan tanggal 6 agustus saksi sudah mendapatkan informasi mengenai penjualan amunisi dan pemberian uang dari orang asing sejak tanggal 4 agustus kenapa kejadian tanggal 6 agustus tidak diantisipasi?,” sanggah Anum Siregar SH, penasehat hukum Areki Wanimbo.

Siregar juga menanyakan,” apakah saat penggeledahan ditemukan amunisi dan uang?”. Saksi menjawab ‘tidak’.

Saksi kemudian beragumentasi bahwa mungkin saja amunisi dan uang sudah disembunyikan sebelum dilakukan penangkapan.

Siregar kemudian menegaskan kembali bahwa, 2 jurnalis yang ditangkap dan dicurigai melakukan hal yang sama dengan Areki Wanimbo telah diputus oleh Pengadilan Negeri Jayapura.

“Mereka hanya didakwa dan diputus terkait penyalahgunaan visa terkait UU imigrasi, bukan soal amunisi,” tegasnya.

Saksi Nursalam Saka yang kini menjabat sebagai Wakapolres Lanny Jaya juga diberondong pertanyaan oleh anggota Tim Penasehat hukum lainnya yakni Simon Patiradjawane, SH terkait terkait proses verifikasi terhadap semua informasi yang didapat dari kliennya.

Saksi sempat bersikap agak ketus ketika menjawab pertanyaan-pertanyaan hingga majelis hakim mempertegas dengan ucapan,” Saudara di sini sebagai saksi, bukan sebagai Wakapolres”.(Tim/AlDP).