PH Meminta Jangan Ada Diskriminasi

Jafrai Murib

Jayapura-Jafrai Murib terpidana seumur hidup pada kasus pembobolan gudang senjata Kodim Wamena tahun 2003 protes akibat penanganan medis buatnya mulai terhambat dan tidak rutin lagi.

“Selama bulan Agustus mulai macet, kadang petugas LP bilang mobil tidak ada atau petugas lagi sibuk,” jelas Jafrai Murib kepada Anum Siregar Penasehat hukumnya.

Jafrai Murib yang menderita stroke semula menjalani fisioterapi di RS Abepura, sejak akhir Juli menjalani fisioterapi di RSUD Dok II Jayapura dengan pertimbangan fasilitas yang dimiliki oleh RSUD Dok II lebih lengkap dengan tenaga edukasi.

“Jafrai harus menjalani fisioterapi secara rutin selama 2 kali seminggu,” jelas Penias Lokbere dari BUK yang datang bersama Anum Siregar menemui kakanwil Hukum dan HAM Provinsi Papua.(14/09/2012).

KadivPas kanwil Hukum dan HAM yang turut hadir mengatakan, pihaknya sudah mengecek dan mengambil tindakan untuk penanganan medis Jafrai Murib agar lebih maksimal.

“Begitu penasehat hukum memberitahukan ke kami melalui sms, saya langsung mengecek ke LP Abepura,” akunya.

Peneas, Anum Siregar dan pihak kanwil hukum dan HAM sepakat agar penanganan medis Jafrai harus dilakukan secara serius.

“kami akan menyampaikan surat tertulis kepada pihak LP agar proses penanganan medis Jafrai tidak terhambat, “ janji Kakanwil Hukum dan HAM provinsi Papua.

Dikesempatan itu, Peneas dan Anum juga menyampaikan beberapa perkembangan kesehatan narapidana politik yang berada di LP-LP di wilayah Papua dan meminta agar pihak kanwil hukum dan HAM terus memberikan perhatian buat mereka.

“Pelayanan kesehatan adalah salah satu kebutuhan dasar di LP sehingga  jangan ada diskriminasi,” pinta Anum Siregar.(Tim/AlDP).