Petugas Pustu Tidak Mendapatkan Perhatian  dari Dinas

Petugas Pustu Tidak Mendapatkan Perhatian dari Dinas

Supiori – Sejak Pustu Ramardori tidak dapat digunakan dan Pustu Yendoker tidak ada petugasnya maka Rahael dan Adrianus melayani masyarakat dari 3 kampung di rumah mereka.

Rahael dengan teliti akan memeriksa pasien dan memberikan obat-obatan setelah melihat gejala penyakitnya,” kami periksa dengan cara sederhana, tidak ada listrik,ada genset tidak ada bahan bakar”.(21/06/2012).

Untuk penyakit akibat luka, biasanya ditangani oleh Adrianus, ”Kadang saya menjahit pasien sambil duduk saja karena tidak ada tempat tidur,”katanya. ”Untuk infus, kami infus langsung ke rumah pasien, nanti baru kami control”.

Sedangkan untuk persalinan, Rahael dibantu oleh 5 orang kader Posyandu yang berasal dari dukun kampung, mereka sudah mendapatkan lebih banyak informasi terutama untuk sterilisasi pada saat persalinan.” Angka kematian bayi rendah di sini”.

Adrianus mengatakan mereka kesulitan untuk meminta obat ke Dinas. Ketika mereka mengajukan 10 daftar obat-obatan berdasarkan 10 jenis penyakit terbanyak dalam sebulan,” kadang dinas kasih obat yang lain, tidak sesuai”. Selain itu obat tidak diberikan tepat waktu.

Selain itu juga Dinas tidak menyediakan fasilitas lainnya untuk menunjang pelayanan kesehatan mereka di 3 kampung. “ Motor juga tidak ada, ini saya pakai motor sendiri, lebih banyak kami berdua hadapi sendiri,” jelas Adrianus yang baru pulang mencari ikan di pantai Sorendiweri.(Tim/AlDP)