Petugas di LAPAS Wamena Tidak Ada Yang Sarjana Hukum

Petugas di LAPAS Wamena Tidak Ada Yang Sarjana Hukum

KALAPAS Wamena

Wamena-Bisa jadi LP Wamena merupakan salah satu LP yang sangat memprihatinkan di Papua baik dari segi fasilitas maupun ketersediaan sumber daya petugasnya.

Semua petugas di LP Wamena tidak memiliki latar belakang hukum. “ Semua petugas non tehnis,” Ujar kalapas Klas II B Wamena yang mengatakan bahwa semua petugas LP berasal bagian administrasi dan bukan hukum termasuk dirinya.

Kini LP Wamena memiliki 42 orang petugas, 13 diantaranya merupakan putra asli Wamena yang direkruit dari berbagai wilayah di Wamena.

“Ini penting” kata kalapas. ”Sehingga apabila ada penghuni atau pengunjung yang memerlukan perhatian khusus biasanya saya meminta mereka yang berasal dari wilayah yang sama untuk turut membantu menjelaskan”.

Dari 42 orang yang ada, hanya sekitar 8 orang yang merupakan sarjana dan bukan sarjana hukum atau sarjana dari Akademi Lembaga Pemasyarakatan, selebihnya berlatar belakang beragam seperti SD,SMP dan SMA.

“Petugas membutuhkan peningkatan kemampuan,” katanya lagi. Selama ini petugas  masih perlu pendampingan dan perhatian khusus untuk dibimbing menjalankan tugas masing-masing.

Pelatihan yang ada biasanya pelatihan kesamaptaan yang dilakukan rutin setiap tahun di Jayapura.”Tidak ada yang pernah mengikuti pelatihan di luar Jayapura,misalnya di Jakarta,kasihan”.

Selain itu fasilitas dan tunjangan kesejahteraan yang dimiliki petugas nampaknya tidak sebanding dengan kebutuhan riil berdasarkan kebutuhan hidup di Wamena. Sebagaimana diketahui harga barang kebutuhan di kota Wamena sekitar 3-4 kali lipat dari harga Jayapura.

Petugas di LP Wamena memang mendapatkan Tunjangan Daerah Terpencil, besarnya Rp 125 ribu/bulan, tentu saja masih sangat kurang dari kebutuhan hidup mereka.

“Tapi sebagai umat yang beragama kita patut syukuri dan harus tetap menjalankan tugas dengan penuh tanggungjawab,” Ujarnya.(Tim/AlDP).