Petrus Bebas dan Ingin Sekolah Kembali

Petrus Bebas dan Ingin Sekolah Kembali

Jayapura-Menyusul pembebasan Yulianus Borotian, Petrus Tafor meninggalkan LP Abepura tanggal 27 Mei 2014.

Awalnya Petrus dan Penaasehatn hukumnya dari AlDP agak khawatir sebab ketika mereka tiba di LP Abepura pagi hari, surat Pembebasan Petrus belum ditandatangani oleh Kalapas Abepura.

“Kami menunggu cukup lama dan diminta untuk pulang dulu, karena kalapas sedang keluar, mereka katakan akan menghubungi kami lagi,” Ujar Cory Silpa SH, penasehat hukum Petrus Tafor dari AlDP, agak kesal setelah berkoordinasi dengan pihak LP Abepura.(27/05/2014).

Akhirnya Cory Silpa dan keluarga Petrus Tafor yang sudah berada di LP Abepura sejak sekitar  pukul 09.00 pagi, kembali ke kantor AlDP di Padang Bulan, Abepura.

Sekitar pukul 14.00 wit mereka menerima telepon dari petugas LP Abepura yang menjelaskan bahwa semua urusan administrasi Petrus sudah beres dan Petrus sudah bisa dijemput.

“Keluarganya tentu saja sangat senang sebab mereka sejak pagi sudah datang beramai-ramai dari Arso untuk menjembut Petrus,” tegasnya lagi.

Petrus adalah salah satu dari 3 orang warga Arso yang menjalani persidangan di Pengadilan Negeri Klas I A Jayapura dengan berkas perkara bernomor 38/Pid.B/2014/PN-JPR, pada peristiwa Arso tanggal 13 Desember 2013. Dirinya dikenakan pidana sesuai dengan pasal 170 Ayat(1) jo Ayat(2) ke-1 KUHP dan diputus 5 bulan penjara oleh majelis hakim. Putusan ini lebih ringan 1 bulan dari tuntutan JPU.

Saat kejadian tanggal 13 Desember 20013, Petrus Tafor ditangkap oleh aparat kepolisian Keerom setelah ditembak terlebih dahulu. Peluru mengenai lengan dan perutnya sebelah kanan. Dirinya sempat dirawat sekitar 2 minggu di RS Bayangkara milik Polri di Furia Jayapura.

“Sampai sekarang jari-jari tangan saya masih sering keram dan sakit tapi saya ingin melanjutkan sekolah lagi,” demikian ujar Petrus dihadapan Cory SIlpa SH. Sambil menggerakan tangannya.

Petrus, berusia 18 tahun, saat kejadian masih bersekolah di SMP Negeri I Keerom, kelas 3. Sejak ditahan, dia terus merindukan agar dapat sekolah kembali.(Tim/AlDP)