Perwakilan Pro dan Kontra Bertemu,Bersepakat Rekonsiliasi atau Pemulihan Menjadi Prioritas

Fokus

Jakarta-Dialog antara Tim advokasi AlDP dan perwakilan masyarakat adat Tablasupa dengan pimpinan PT TNM dilanjutkan kembali dengan mendengarkan pandangan dari pihak PT TNM serta perwakilan masyarakat yang selama ini pro dengan kehadiran PT TNM(28/03/2012).

Dialog diawali dengan penjelasan dari Thaha Alhamid sebagai fasilitator,Thaha Alhamid terlebih dahulu berusaha mencairkan hubungan antara kelompok Nelson Sorontouw dan Franklin Demena orang Tablasupa yang selama ini memihak pada perusahaan,”Kamorang ini keluarga to,ini dot’to semua,”Ujar Thaha Alhamid.Dot’to dalam pengertian adat Tablasupa adalah keluarga dekat meski mereka berasal dari 3 suku besar yang berbeda namun telah terjadi pernikahan diantara keret dalam suku-suku tersebut.

Sepintas Thaha menjelaskan proses pertemuan yang sudah dilakukan antara Tim Advokasi dengan PT TNM termasuk rencana pertemuan dari kelompok Nelson pada hari selasa tanggal 3 april 2012 di para-para Sorontouw,dengan tujuan menyampaikan hasil pertemuan Jakarta termasuk pandangan dari pihak perusahaan.

Franklin yang baru pertama kali bertemu dengan pimpinan perusahaan menyampaikan terima kasih karena sudah difasilitasi untuk bertemu dengan masyarakat lainnya.”Apa yang terbaik kita pikir dan itu yang kita lakukan,”katanya. Franklin juga menyediakan dirinya untuk membuka komunikasi dengan ondoafi Obaja Apaseray yang selama ini bersikeras memihak perusahaan agar ada pertemuan internal diantara mereka terkait perkembangan terkini serta rencana pertemuan atau rekonsiliasi.“ tanggal 3 kita menuju rekonsiliasi dan kita bicara tidak usah bicara panjang lebar dan tarik ulur.Kalau kita bicara maka akan muncul gesekan yang lain.”jelasnya.Fraklin juga berharap agar AlDP dapat membantu terus memfasilitasi proses-proses yang mengarah kepada rekonsiliasi bersama.

“Ketika proses tersebut dimulai sampai pada menghadirkan pihak perusahaan di para-para adat ,tidak diperkenankan ada aktifitas perusahaan,”jelas Festus Seibo. “Mulai dengan sosialisasi yang datang haruslah orang perusahaan, bukan seperti kemarin,”tambahnya.Festus menyampaikan keberatannya terhadap Franklin Demena dan kelompoknya yang menurutnyaselalu berbicara atas nama perusahaan.,”Saat itu kita semua harus menata diri sebagai masyarakat bukan sebagai orang perusahaan ,”katanya lagi.

Awalnya pertemuan sempat terjadi ketegangan terutama karena masing-masing pihak mulai menyerang dengan bahasanya masing-masing.Thaha Alhamid mencoba untuk menetralisir,“Mana yang menjadi prioritas?kalau rekonsiliasi atau pemulihan yang menjadi priroritas maka semua yang mengganjal harus disingkirkan terlebih dahulu”. Lanjutnya,”Hubungan kamorang semua sudah rusak sekarang apa yang lebih penting dari kamorang semua,rekonsiliasi atau berkelahi lagi?”.Serempak mereka menjawab rekonsiliasi.

Rekonsiliasi atau pemulihan diharapkan akan mempertemukan kedua belah pihak dari masyarakat adat kampung Tablasupa yang selama ini pro dan kontra terhadap kehadiran perusahaan.Rekonsiliasi untuk menata kembali hubungan kekerabatan dan kebersamaan dalam menyampaikan gagasan dan keputusan terhadap kehadiran PT TNM.

“Hari selasa itu(tanggal 3/04/2012) adalah tanggungjawab dari delegasi di para-para adat berwajib untuk menyampaikan seluruh proses pertemuan kepada masyarakat,”Thaha Alhamid mengingatkan kembali sebelum menutup pertemuan(Tim/AlDP).

Silahkan mengisi komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Bagian yang wajib diisi *

*