Perusahaan Tolak Untung Hasil Tebangan Hutan

Filed under: Pilihan |

Merauke–General Manager PT Agriprima Cipta Persada (ACP), Arief Gazali menegaskan menolak semua hasil dari tebangan pembukaan hutan awal di Distrik Muting, Kabupaten Merauke. PT ACP merupakan satu dari tiga perusahaan yang berencana berinvestasi di Muting dalam usaha pengelolaan kebun kelapa sawit.

Perusahaan ini menguasai sekitar 21.000 hektar lahan. Sementara Agriprima Persada Mulia – masih bagian dari ACP – menguasai 14.000 hektar. “Tidak akan, kayu hasil tebangan dikembalikan pada masyarakat yang punya hutan, kita fokus pada penanaman sawit dan keuntungannya, memang banyak perusahaan biasa mengambil untung dua kali, pertama dari tebangan dan kedua dari produk, tapi kita tidak,” kata Arief Gazali dalam pemaparannya mengenai pengembangan lahan PT ACP di Muting, beberapa waktu lalu.

Menurutnya, dengan mengambil untung dari penebangan, itu sama saja dengan menipu pemilik ulayat. “Kita jujur saja, ACP sudah punya banyak pengalaman di Kalimantan, kita tidak mau ada masalah di kemudian hari, sebaiknya hasil tebangan awal dikembalikan pada pemilik,” ujarnya.

Ia mengatakan, menjalin relasi yang baik antara warga dan perusahaan, memberi untung lebih besar di kemudian hari. ACP dalam kiprahnya telah berpuluh tahun jatuh bangun dibidang perkebunan sawit. Perusahaan ini memiliki track record lumayan saat membuka hutan di Kalimantan. “Saya jamin kita tidak akan ambil untung, jadi disini yang punya tanah tetap akan mendapatkan kayu, kalau mau dipasarkan, kita bisa membantu,” ucapnya lagi.

Terkait rencana investasi PT ACP, Gazali menjelaskan akan melibatkan wanita dan lelaki di Distrik Muting untuk bekerja. “Bisa untuk pemupukan, jadi kita tidak akan biarkan warga hanya menonton, kita ingin agar perkebunan sawit di Merauke bisa sebagai perkebunan sawit yang berkelanjutan di Indonesia.

Ia berjanji, perusahaan akan ikut berpartisipasi membangun pendidikan di kampung serta mendirikan pusat kesehatan bagi masyarakat. “Tapi tetap kita akan berpijak pada rambu-rambu yang diberikan pemerintah, jika kita membangun fasilitas pendidikan tapi ternyata itu ditanah bermasalah, tentu harus kembali pada pemerintah, ada aturannya,” katanya.

Gazali berpendapat, perkebunan sawit bisa berhasil apabila pekerja sungguh-sungguh dan berkomitmen. “Harus berani bekerja dan belajar, hasilnya pasti akan bermanfaat, membangun perkebunan ini penting untuk peningkatan ekonomi, menambah pengetahuan dan memperluas wawasan,” pungkasnya. (02/AlDP)

Share Button

One Response to Perusahaan Tolak Untung Hasil Tebangan Hutan

  1. kami tau Ariel setan gazali pu abunawas penipu besar PT.ACP harus bayar kemasyarakat Rp:570 miliar per/marga, kami tetap kosen kalo tdk bayar angkat kaki pulang ke ko pu kampung jawa sana kami sdh siap naik banding karna tanah kami. perusahaan membayaran dengan harga gula gula kopiko 2,470… miliar itu uang apa itu. (ARIEF TUNGGU KAMI DI MEJA HIJAU)

    barry mahuse
    February 9, 2013 at 3:47 am
    Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


× 6 = 30

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>