Persidangan Perkara Makar Aimas Terkesan Dipaksakan
Sidang Aimas

Persidangan Perkara Makar Aimas Terkesan Dipaksakan

Sidang Aimas

Jayapura – Persidangan perkara tindak pidana Makar dengan nomor register perkara 113 hingga 119 atas nama terdakwa Isak Kalaibin dan kawan-kawan di Pengadilan Negeri Sorong terkesan sangat dipaksakan oleh Kapolres Sorong dan Kajari Sorong, Papua Barat,” kata koordinator pengacara dari Koalisi Advokat Papua Untuk Keadilan Kasus Aimas-Sorong Yan Christian Warinussy.

Bahkan, kata Yan, terkesan sekali persidangan perkara tersebut dipaksakan. “Negara Republik Indonesia ingin memaksakan untuk membuktikan kepada dunia bahwa pemerintah negara ini mampu menghukum orang-orang Papua yang dipandang melakukan tindak pidana melawan pemerintahan yang sah, lagi-lagi dengan tuduhan Makar menurut KUH Pidana,” katanya.

Hal itu terbukti dalam persidangan lanjutan pemeriksaan saksi-saksi pada sidang Makar Aimas, Senin (26/8) di Pengadilan Negeri Sorong. “Dari tiga orang saksi yang diajukan Jaksa Penuntut Umum (JPU), ternyata hanya satu orang atas nama Mesak Takoy, S.Sos yang mengetahui sedikit mengenai peristiwa pada malam tanggal 30 April 2013 menjelang dinihari 1 Mei 2013,” katanya.

Dari keterangan saksi Takoy, kata Yan, dirinya sampaikan bahwa sudah lama hidup bertetangga dengan terdakwa Isak Kalaibin. “Namun, Takoy sendiri sama sekali tidak mengetahui apa saja yang menjadi kegiatan atau aktifitas dari terdakwa Isak Kalaibin selama ini. Dia juga sama sekali tidak mengenal dan mengetahui tentang para terdakwa lain,” katanya.

Sementara, dua orang saksi lainnya, Yuri, S.Sos seorang Kepala Distrik Aimas dan Yasin Saaman Kepala Bidang di Kesbang Kabupaten Manokwari, lanjut Yan, ditolak oleh tim pengacara atau penasihat hukum para terdakwa. “Kedua saksi ini sempat kami tolak tegas. Karena kedua saksi ini sama sekali tidak mengetahui tentang peristiwa yang dituduhkan kepada para terdakwa di dalam surat dakwaan Jaksa,” katanya.

Selain itu, kata Yan, pihaknya juga sempat mempersoalkan tiang bendera yang dinyatakan ada di dalam Berita Acara Pemeriksaan (BAP) dan surat tuntutan Jaksa. “Akan tetapi dalam kenyataannya barang-barang tersebut memang tidak pernah ada,” katanya.

Lebih lanjut, Yan sampaikan bahwa pada Senin depan (2/9), sidang para terdakwa akan dilanjutkan dengan agenda pemeriksaan saksi-saksi dari Jaksa. “Dan kemungkinan akan dilanjutkan dengan pemeriksaan saksi-saksi mahkota, yaitu para terdakwa saling menjadi saksi antara satu dengan lainnya,” katanya.

Ketika disinggung siapa saja para Pengacara/Advokat yang mendampingi para terdakwa, Yan sampaikan selain dirinya ada Yohanes.G.Bonay, Demianus Waney, dan Roberth Korwa.

Selain itu, ada P.Pieter Wellikin, Latifah Anum Siregar, Olga Helena Hamadi, Emilianus Jimmy Ell, dan Theresje Julianty Gasperz. Serta Semuel Haruns Yensenem, Simon Rizyard Banundi, Frida T.Kelasin, dan Damus Usmany. (AR/AlDP)