Pengalihan Masa Pemidanaan Jafrai Kembali Diusulkan

Pengalihan Masa Pemidanaan Jafrai Kembali Diusulkan

Jayapura-Jafrai Murib terus berupaya untuk mendapatkan keringanan hukuman, baik melalui surat pribadi yang dia tulis dan ditujukan ke Kakanwil hukum dan HAM provinsi Papua, juga melalui Kuasa Hukumnya.

“Kami tadi ke kanwil hukum dan HAM untuk menanyakan perihal pengalihan hukuman Jafrai dari seumur hidup menjadi pidana sementara selama 20 tahun,” jelas Cory Silpa, SH yang didampingi oleh Anum Siregar SH.(16/07/2013).

Setelah dari kantor Kanwil hukum dan HAM, mereka melanjutkan perjalanan ke LP Abepura, di LP Abepura. Di LP Abepura mereka bertemu dengan bagian Pembinaan yakni Irianto SH.

“Memang Jafrai sudah diusulkan dari tahun 2010 saat masih di LP Biak namun hingga kini belum dikabulkan, ”Ujar Irianto SH. Namun begitu Irianto memastikan bahwa permohonan tersebut sedang diproses pada kementrian Hukum dan HAM di Jakarta.

“Surat ini buktinya,” jelasnya sambil menunjukkan surat tertanggal 26 Maret 2013 dari Direktur Bina Narapidana dan Pelayanan Tahanan Kementrian Hukum dan HAM.

Pada surat tersebut tercantum pengusulan pengalihan Hukum atas nama Jafrai Murib dan Numbungga Telenggen. Keduanya terpidana seumur hidup pada kasus pembobolan gudang senjata Kodim Wamena tahun 2003.

Menurut Irianto, pihak LP Abepura akan mengirim surat kembali ke kementrian untuk menanyakan proses permohonan tersebut.

“Pertimbangannya ada dua, pertama Jafrai sudah menjalani hampir 10 tahun masa pemidanaan dan kedua Jafrai sudah menderita sakit(stroke) yang menyebabkan cacat phisik, semoga dikabulkan,” kata Irianto mengakhiri pembicaraannya.(Tim/AlDP).