Permasalahan di Papua Semkain Kompleks, Hampir tidak Ada Lagi Kekuatan Masyarakat Sipil.

Permasalahan di Papua Semkain Kompleks, Hampir tidak Ada Lagi Kekuatan Masyarakat Sipil.

Jayapura-Sejumlah aksi kekerasan dan lemahnya kondisi masyarakat sipil menjadi salah satu catatan penting pada Evaluasi Akhir Tahun AlDP.(06/02/2014)

Menurut  Theo Van Den Broek, kini walaupun penyelenggaraan demokrasi dan kehidupan bernegara di Papua berlangsung buruk namun tidak ada suara ataupun kelompok yang mampu menyampaikan permasalahan tersebut dan kemudian di dengar oleh Jakarta.

“Meskipun semua menyadarinya, ada sejumlah masalah yang terjadi di Papua.”.

Menurutnya permasalahan yang ada di papua menjadi sangat kompleks namun sulit untuk dimintai pertanggungjawaban negara. Kalaupun ada, suara tersebut akan mudah dituduh melawan negara atau separatis.

“Ada sejumlah hal yang tidak mengijinkan orang Papua hidup di atas tanahnya,mereka jadi bagian dari pembangunan yang justru meniadikan mereka korban. Mereka bisa bersuara tanpa harus omong soal merdeka. Seharusnya semua orang bisa bicara siapa saja mengenai hak-hak yang ada”.

Lebih jauh Theo mengulas keprihatinannya terhadap kondisi kependudukan di Papua. Dirinya sangat menkhawatirkan depopulasi yang makin menguat terhadap orang asli Papua.

“Tidak mungkin ada keberpihakan yang konkrit jika secara kuantitas orang Papua menjadi sedikit,” tegasnya.

Kondisi ini diperburuk dengan aspirasi pemekaran yang tidak terbendung dan akan membuat orang Papua semakin marginal.

“Termasuk juga investasi yang terus masuk. Kebutuhan tenaga kerja akan meningkat. Ribuan jumlahnya, akan didatangkan ke Papua dan ini semakin mengancam keberadaan orang asli Papua”.

Dirinya berharap semua pihak harus menyadari dan mencarikan solusinya yakni pemerintah, masyarakat Papua sendiri dan semua orang yang hidup di tanah Papua.

Evaluasi tahunan AlDP dihadiri oleh Badan Pendiri, Badan Pengurus dan Badan Pelaksana secara lengkap.(Tim/AlDP).