Berita

Perlu Pemetaan Hak Ulayat Masyarakat Adat

Forum Kajian Indikator Papua Tanah Damai

Sorong – Sampai dengan saat ini belum ada pemetaan yang jelas terkait hak ulayat masyarakat adat di Papua.

“Sehingga hal ini seringkali menjadi penyebab dalam sengketa atau persoalan tanah,” ujar Jhon Ruselt, sekretaris kerukunan Forum Nusantara Kota Sorong, Papua Barat, pada Forum Kajian Indikator Papua Tanah Damai, Sabtu pekan lalu.

Ia mengatakan, berdasarkan fakta di lapangan, sering terjadi klaim antar masyarakat adat terkait hak ulayat. Dimana satu objek tanah bisa diklaim dua marga bahkan lebih.

“Seluruh tanah orang Papua belum tertata dengan baik, untuk pemetaan sudah dipetakan secara baik dari jaman belanda, tapi setelah Indonesia masuk ini menjadi tidak tertata,” ujarnya.

Menurut dia, persoalan tanah di Papua kerap dipolitisasi. “Masalah tanah harus diselesaikan secara adat, hanya terkadang, setiap permasalahan sengketa tanah di Papua diselesaikan secara proses hukum atau pengadilan sehingga hukum positif lebih dominan dari hukum adat,” katanya.

Ia berharap adanya kerjasama yang baik antar pemerintah dan adat dalam pemetaan hak ulayat.

“Dokumen tersebut dapat dipakai sebagai dokumen dalam kepemilikan dan pengelolaan tanah di Papua pada umumnya dan sorong khususnya,” ucapnya. (Tim/AlDP)

 

 

  • Gazali Arief

    Pemetaan tanah ulayat di Kabupaten Merauke sudah mulai dilakukan dengan melibatkan secara langsung pemilik ulayat, dari ketua marga dengan mendapat kuasa dari marganya untuk mewakili menunjukkan batas tanah ulayat dengan tanah ulayat marga lain dan disaksikan beberapa tokoh, termasuk kepala kampung dan saksi-saksi dan juga diketahui kepala Distrik.
    Hasil penunjukan batas antar marga dibuat berita acara penunjukan batas tanah ulayat dan juga dibuat dalam bentuk peta dan koordinat yang ditandatangani masing-masing marga dan saksi-saksi dan juga diketahui kepala Distrik serta diverifikasi oleh Team dari Kabupaten atas penunjukan Bupati sehingga batas antar marga diketahui dengan jelas dan tidak akan bergeser atau tumpang-tindih dikemudian hari.