Perkam Pencegahan dan Penanganan Miras Hampir Rampung

Diskusi rencana penyusunan peraturan kampung di Arso, Kabupaten Keerom

Arso – Setelah tertunda sebulan lebih, masyarakat Kampung Arso, Distrik Arso, Kabupaten Keerom kembali melanjutkan diskusi terkait penyusunan Peraturan Kampung (Perkam) tentang minuman keras (miras).

Asri, koordinator tim penyusunan Perkam Miras Kampung Arso Kota, juga staff program di Yayasan Teratai Hati Papua (YTHP) mengatakan, warga sudah mulai mengusulkan nama yang akan duduk di tim khusus untuk melakukan pencegahan dan penanganan kasus-kasus pelanggaran hukum yang ditimbulkan akibat konsumsi miras.

“Nama-nama diusulkan dari tiap RT sebanyak 9 orang mewakili unsur tokoh adat, perempuan dan pemuda,” jelasnya saat melakukan diskusi internal dengan Anum Siregar dan Cory Silpa dari Aliansi Demokrasi untuk Papua yang membantu memfasilitasi pembuatan Perkam di kantor YTHP di Arso Kota, pekan lalu.

Sebelumnya timbul perdebatan apakah perwakilan adat diambil langsung dari 9 keret yang ada di Arso, ataukah berasal dari RT masing-masing. Namun warga sepakat bahwa perwakilan setiap unsur melalui RT masing-masing. Hal ini untuk menyeimbangkan komposisi keterwakilan setiap orang dari RT masing-masing.

“Untuk ada pemerataan setiap RT sehingga semua unsur dari RT terwakili,” ujarnya lagi.

Tekad masyarakat untuk membuat Perkam Pencegahan Miras terkait dengan maraknya peredaran miras semakin kuat. Apalagi kini di Arso, miras sudah merajalela, hampir setiap hari ada yang mabuk dam membuat keributan termasuk kalangan anak sekolah. Akibatnya banyak masalah hukum dan sosial yang ditimbulkan akibat konsumsi minuman keras seperti perkelahian, pemalangan jalan bahkan Kekerasan Dalam Rumah Tangga.

Melalui Perkam, peredaran dan konsumsi  miras akan dikendalikan, baik yang dikonsumsi di jalan-jalan maupun yang biasanya disajikan pada acara atau pesta.

“Biasanya setelah acara syukuran atau ibadah, agak malam, miras disajikan dan mulai dari situ menjadi penyebab masalah di kampung, oleh karena itu kita mulai mempertegas tanpa pengecualian, miras tidak boleh disediakan pada acara-acara seperti itu,” tambah Asri. (Tim/AlDP)