Berita

Perjuangan Dialog Harus Kuat Secara Politik , Yuridis dan Konsisten

Suasana Pertemuan dengan Komisi I DPR-RI dengan Kelompok Masyarakat di Jayapura

Jayapura-“Saya bisa katakan satu-satunya lembaga Indonesia yang berkomitmen untuk mendukung proses dialog sejak awal adalah Komisi I DPR RI,” demikian pengantar Dr. Pastor Neles Tebay saat bertemu dengan Komisi I DPRP RI di Dok IX Jayapura.(08/06/2012). “Sekarang kita menuai hasilnya sebab kita pernah bertemu 2 tahun lalu ditempat ini juga, meskipun masih wacana tapi gagasn dialog terus bergulir penyelesaian masalah di Papua harus diselesaikan melalui Dialog”.

Neles mengatakan setuju dengan pandangan ketua Komisi I DPR RI agar tidak perlu mundur lagi, katanya “ harus maju supaya dialog terlaksana”. Harapannya bahwa Komisi I DPR RI dapat menindaklanjuti dalam bentuk Panitia Kerja(Panja).

Sejalan dengan itu, SBY perlu membentuk tim dialog Papua, tugas tim adalah merumuskan 4 hal terkait dialog yakni Tujuan, Format, agenda dan mekanisme dialog. “dialog akan terlaksana apabila 4 hal ini menjadi jelas,” tambahnya. Sarannya, Jakarta dan Papua membentuk tim kemudian tim dipertemukan guna merumuskan kesepakatan kedua sebelah pihak. Perlu ada kesepakatan mengenai pemahaman dasar bersama diantara pemerintah Indonesia dan rakyat Papua sebagai titik temu untuk berdialog.

Pendapat Neles Tebay diperkuat juga oleh pandangan Pdt(Em)Herman Awom yang menegaskan bahwa dialog juga merupakan keputusan dari Sinode GKI di tanah Papua, dialog yang dimediasi oleh pihak internasional yang netral. .

Menyelesaikan masalah Papua ada bagian dari menyelesaikan permasalahan bangsa Indonesia,” Indikator keberhasilan dalam mengelola bangsa Indonesia ada di Papua,” Imbuh Septer Manufandu, menurutnya pemerintah harus memiliki komitmen untuk menata bangsa ini agar lebih kuat. Septer dan peserta lainnya sependapat dengan Neles Tebay mengenai pentingnya dialog.

“Dialog tidak saja menjadi gagasan SBY pribadi saat merespon situasi di Papua tapi seharusnya menjadi keputusan politik yang kuat secara yuridis, ”demikian  komentar Frans Maniagasi.

Sedangkan Anum Siregar berpendapat, perlu ada konsistensi peran yang telah diambil oleh Komisi I DPR RI sebab setelah SBY setuju untuk berdialog,  defenisi mengenai dialog telah melebar ke mana-mana termasuk yang dilakukan oleh pihak awalnya menentang dialog. Harus ada pihak yang secara tegas dan konsisten mengerjakan gagasan dialog tersebut.(Tim/AlDP).