Perjalanan Anggota DPR Papua Ke Luar Negeri Membuang Uang Rakyat

Perjalanan Anggota DPR Papua Ke Luar Negeri Membuang Uang Rakyat

Jayapura-“Perjalanan anggota DPR-Papua, ke luar negeri dengan memakai dana APBD yang nilainya mencapai 4 milyar, sama halnya dengan memakai uang rakyat,” Ucap Yusak Reba, Pjs Direktur Institute for Civil Strengthening(ICS) Papua di ruang kerjanya.(13/11/2013).

“Perjalanan-perjalanan seperti itu, sebenarnya ada manfaatnya,  namun harus jelas, apakah DPR-P tepat melakukan perjalanan ke luar negeri, karena perjalanan itu harus punya hubungan dengan pencapaian pembangunan yang mau dicapai di Papua,” jelasnya.

Menurutnya pemberitaan yang menyebar di media, terkait isu keberangkatan DPR-Papua ke luar negeri, bervariasi isunya. Ada argumentasi mau melihat mahasiswa papua yang kuliah di luar negeri, tapi juga, misalnya mereka lihat juga soal perbandingan pendidikan, juga ada persolan hukum, terkait status politik papua.

” Inikan variatif perjalanan mereka yang kemudian, pasti setiap daerah mempunyai tujuan agenda yang berbeda”.

Lanjutnya, “Persoalannya, apakah perjalanan ini mempunyai hubungan relevansi signifikan dengan agenda perjalanan mereka, misalnya yang ke Belanda terkait masalah politik papua dan hukum, yang ke New Zealand dan Jerman berbicara tentang pendidikan, apakah ini mempunyai relevansi dengan pembangunan di papua?”.

Ujarnya lagi,” Kita tahu bersama, DPR-P itu menjalani tiga fungsi, guna melakukan pengawasan terhadap eksekutif, tapi kalau perjalanan itu dilakukan oleh DPR-P ke luar negeri, itu tidak tepat, karena perjalanan mereka ke luar negeri itu, disaat injury time, dimana anggaran APBD akan selesai digunakan pada tahun 2013, juga masa jabatan mereka sudah hampir selesai. Masalahnya, belum tentu tahun depan mereka terpilih, kembali sebagai anggota DPR-P, dengan demikian perjalanan mereka mubasir, karena apa yang mereka dapatkan, belum tentu terealisasi, akan terealisasi ketika mereka terpilih kembali, jika tidak terpilih apa manfaatnya bagi rakyat, terkait uang rakyat yang dipakai untuk melakukan perjalanan”.

Yusak reba menghimbau, bahwa sebaiknya perjalanan ke luar nnegeri dilakukan oleh eksekutif dalam hal ini gubernur. sebab DPR-Papua, bukan eksekutor program.

“Karena penyusunan konsep kebijakan di daerah itu Gubernur dan eksekutornya juga gubernur, DPR-P hanya melakukan fungsi politik,” ungkapnya.(RM/AlDP)

  • admin

    sangat di sayangkan dengan perilaku anggota DPR Papua. Di tengah kemiskinan yang di alami oleh orang Papua masih sempat2nya menghambur-hamburkan uang negera. ingat Bapak/ibu anggota DPR Papua uang yang kalian pergunakan itu adalah APBD dan Publik berhak untuk mengetahui dan punya hak atas dana tsb.

  • Mathias

    Kelakuan yang sangat buruk . pulang ke papua harus bisa mempertanggungjawabkan kepada publik penggunaan anggaran tsb dan hasil apa yang di dapatkan. harus di tindak lanjuti.