Peristiwa Aimas, Polres Menerapkan Operasi Dialogis

Peristiwa Aimas, Polres Menerapkan Operasi Dialogis

Sorong-Saksi kedua yang dihadirkan oleh Jaksa Penuntut Umum pada persidangan isak Kalaibin dkk atau yang lebih dikenal dengan kasus Aimas adalah Brigpol Basuki Rahmat SE.

Saksi menegaskan bahwa operasi yang digelar oleh Polres Sorong bertema Operasi Dialogis. Operasi dilakukan karena berdasarkan laporan intelijen, ada sekelompok konsentrasi massa yang berkumpul di rumah Isak Kalaibin. Massa diduga sebagai simpatisan separatis yang ingin memisahkan diri dari NKRI.

Meski bertema Operasi Dialogis, saksi yang berada dalam mobil bersama kabag Ops, mengatakan waktu antara kedatangan mereka dengan massa yang menghadang, terjadi kerusakan hingga terdengar bunyi tembakan tidak begitu lama.

Saksi mengatakan berada di lokasi sekitar 5 sampai dengan 10 menit,” waktu antara massa yang melakukan pengrusakan dan terdengar bunyi tembakan tidak terlalu jauh,” demikian jawabnya ketika ditanya oleh Penasehat Hukum Isak Kalaibin.

Ketika ditanya apakah anggota kepolisian membawa senjata, Saksi mengatakan tidak semua anggota polisi membawa senjata, termasuk dirinya tidak membawa senjata.

“Aparat TNI membawa senjata?,” tanya Penasehat Hukum.

“Bawa,” jawabnya.

Saksi menerangkan jarak mobil yang ditumpangi dengan massa sekitar 2 meter, sedangkan rumah Isak Kalaibin masih jauh,  namun tidak terlihat jelas karena malam hari dan gerimis. Saksi juga tidak melihat Isak Kalaibin ataupun 6 orang Terdakwa lainnya.

Saksi juga menerangkan kalau mobil yang mendatangi rumah Isak Kalaibin dari 2 arah yang berbeda.

Barang Bukti yang dihadirkan JPU, diakui saksi tidak didapat pada saat kejadian namun setelah dilakukan olah TKP.

“Saat kejadian, saya tidak melihat Barang Bukti tersebut”.

Terhadap keterangannya, Isak Kalaibin tidak banyak memberikan komentar.

“Dia tidak tahu kami, dia tidak tahu apa-apa, “ hanya itu penuturan Isak. Sidang kemudian ditunda dan dijadwalkan akan kembali digelar pada tanggal 9 September 2013.(Tim/AlDP).