Pergantian Kalapas, Pengobatan Jafrai Tertunda Lagi

Pergantian Kalapas, Pengobatan Jafrai Tertunda Lagi

Jayapura – Nasib Jafrai terpidana seumur hidup kasus pembobolan Gudang Senjata Kodim Wamena tahun 2003, untuk mendapatkan penanganan medis program fisioterapi masih belum jelas sejak Desember 2012.

Mulai dari alasan kesibukan menjelang natal, tidak ada petugas hingga pelanggaran yang dilakukan Jafrai karena membawa HP. Akibatnya hak Jafrai untuk mendapatkan pelayanan medis, tertunda kembali.

Sejak insiden Jafrai membawa HP, Direktur Aliansi Demokrasi untuk Papua Anum Siregar sudah pernah melakukan komunikasi, baik dengan  pihak LP maupun Jafrai.

“Saya sudah serahkan HP, tapi belum dibawa fisioterapi,” kata Jafrai saat ditemui penasehat hukumnya Anum Siregar di LP Abepura, kemarin.

Anum kemudian menanyakan hal tersebut ke dokter Ida, di polik LP. Jawaban yang didapat adalah karena baru saja terjadi pergantian kalapas, sehingga mereka masih menyusun laporan daftar penghuni yang menjalani perawatan medis.

“Setelah itu mungkin baru ada tindak lanjut. Kami sebagai petugas polik, siap saja membuat pengantar dan mengantarnya berobat tapi yang memnberikan ijin tetap dari pihak petugas Lapas,” jelas dokter Ida.

“Benar, kami lagi lakukan pembenahan, saya akan mengecek kembali. Saya mesti menanyakan kepada petugas yang menangani,” demikian penjelasan dari Kalapas Abepura F.E.Nico.Bc.IP,S.Sos,MSi.

Kalapas Abepura baru saja menjalankan tugas pertamanya pada tanggal 4 Maret 2013. Sebelumnya Nico bertugas sebagai Kalapas Biak. Dimana Jafrai Murib sebelumnya juga menjadi penghuni LP Biak.

“Saya memahami dan nanti akan kita lihat penanganan tindak lanjutnya, sekarang saya masih berusaha untuk mengumpulkan staf dan menanyakan kondisi di sini,” katanya. (Tim/AlDP)