Perempuan Hepuba Merindukan Perubahan

Perempuan Hepuba Merindukan Perubahan

Perempuan Hepuba Lagi Berdiskusi

Wamena-“Perempuan selalu tidak diperhitungkan dan dipersalahkan dalam setiap pembicaraan dan pertemuan sehingga perempuan di Hepuba terkesan tidak berani mengambil keputusan,” demikian disampaikan Emilia Wetipo saat mengikuti dialog kampung di Hebupa Distrik Assolokobal Kabupaten Jayawijaya pekan lalu.

Katanya,  kondisi seperti itu membuat perempuan di Hepuba menjadi perempuan yang tidak punya pilihan, terkesan mengikuti apa yang menjadi pilihan dan keputusan suami.

Dengan nada kecewa berkata, “Sudah lama kami merindukan perubahan tapi entah mengapa begitu susahnya kami perempuan keluar dari situasi begini”.

Emilia menjelaskan bahwa kebiasaan laki-laki di kampungnya untuk menikah lebih dari satu istri, mengakibatkan istri dan anak terlantar baik dari segi perhatian maupun ekonomi.

Belum lagi kebiasaan suami yang ringan tangan (main pukul istri) bahkan ada istri sampai bunuh diri karena tidak sanggup dengan perlakuan suami yang kasar.

Menurutnya, perempuan selalu jadi korban dari perlakuan kasar suami sendiri dan hal ini biasa terjadi ketika suami memiliki wanita lain.

Padahal perempuan di Hepuba terbiasa kerja keras untuk memenuhi kebutuhan hidup keluarga dan anak, selalu berusaha agar keluarganya dapat cukup makan.

Dari kegiatan dialog kampung ini, Emilia berharap laki-laki mulai dapat merubah  pandangan mereka. Gereja diminta untuk tidak henti mendukung upaya perempuan mengatasi ketidakadilan dalam rumah tangga.

“Ini butuh proses  kita (perempuan ) harus bekerja keras dan bersatu, “kata mama Emilia dengan tegas.(Tim/AlDP).