Perayaan Damai Dibatalkan,Situasi Demta Aman

Perayaan Damai Dibatalkan,Situasi Demta Aman

Jayapura – Naftali Ajaam adalah salah seorang yang pernah diproses hukum akibat aksi dia dan kelompoknya menaikan bendera bintang kejora di kampung Ambora distrik Demta tanggal 10 oktober 2010.

Menjelang 1 juli 2012 kemarin, Naftali kembali memprakarsai satu kegiatan yang diberi nama pertemuan damai. Dalam suratnya yang juga ditujukan ke jajaran pemerintahan di distrik Demta, penduduk di sekitar ibukota distrik dan AlDP, menyebutkan “Perintah dari raja Jouwarry agar ada perdamaian antara kulit hitam keriting maupun kulit putih”. “Ini untuk perdamaian,” katanya, pekan lalu di Demta.

“Kami akan membangun perdamaian dengan kelompok pendatang sebagai sesama saudara,” Ujar Naftali Ajaam dan Demianus Dodop saat ditemui Anum Siregar SH di Ambora distrik Demta. Anum Siregar adalah penasehat hukum mereka pada peristiwa tahun 2010.

Baik pihak kepolisian maupun pihak distrik tidak mengijinkan acara tersebut dilakukan sebab dikhawatirkan akan mirip pada kejadian tanggal 10 oktober 2010. Apalagi bertepatan dengan tanggal 1 juli 2012.

Menjelang 1 Juli lalu situasi Demta memang terlihat agak tegang, nampak polsek dan koramil dipenuhi dengan aparat keamanan. Selain itu Kodim juga menurunkan pasukan dari batalyon 751 yang didatangkan malam hari menjelang 1 Juli.

Rencana masyarakat dan tokoh adat untuk kumpul dan makan sumbang di kampung Yougapsa pun batal dengan sendirinya karena polisi terus mondar-mandir di kampung tersebut. “Padahal kami sudah datang dari Tarfia tapi tidak jadi,” kata Ondoafi Tarfia.Yulius Ondi.

Kenyataan hingga kini distrik Demta aman. Masyarakat juga berharap agar tidak terjadi aksi-aksi yang merugikan masyarakat terkait 1 Juli 2012 maupun hari-hari mendatang. Distrik Demta memang dikenal sebagai salah satu daerah ‘merah’di Papua. Apalagi menjelang Kongres Papua II tahun 2000, setelah itu ada beberapa kali ‘drama’ penyerahan diri dari anggota TPN/OPM.

Tahun 2000 Naftali dan kelompoknya mengibarkan bendera kerajaan dan Bintang Kejora yang berakhir dengan penahanan Naftali dan 6 anggota kelompoknya. Penahanan mereka kemudian ditangguhkan sejak 22 desember 2010 hingga sekarang.(Tim/AlDP).