Penterjemah Tidak Ada Untuk Sidang Yoseph Siep dkk

11 Mart 15Wamena – Sebelum sidang pemeriksaan saksi mahkota, Anum Siregar SH, MH penasehat hukum dari terdakwa Wara Pisugi telah meminta Majelis hakim agar menyediakan penterjemah untuk kliennya.

“Saya khawatir pertanyaan-pertanyaan akan sulit dipahami oleh para Terdakwa atau kapasitasnya sebagai saksi mahkota,” jelasnya.

Saat sidang dimulai, tidak terlihat penterjemah hadir ditengah-tengah terdakwa.

“Kami sudah cari sebelum sidang dimulai, tetapi tidak ada yang bersedia,” jelas ketua majelis hakim, Nuboba SH, saat membuka sidang pekan lalu.

Menurutnya agak sulit untuk mencari orang yang dapat membantu sebagai penterjemah.

Nuboba, SH melanjutkan,”Yang ada tidak bersedia, terus terang mereka khawatir kalau nanti memberikan keterangan dinilai menambah-menambah kemudian mereka diancam”.

Saat sidang berlangsung, Jhoni yang mengalami hambatan bahasa dan pengetahuan membuat sidang berlangsung sangat lama. JPU dan majelis hakim beberapa kali mengulangi pertanyaan, kadang dengan nada yang tinggi kadang menahan tawa mendengar jawaban Jhoni.

Usai sidang Anum Siregar kembali mengingatkan saat usai sidang pemeriksaan saksi mahkota Jhoni Marian untuk terdakwa Jali Walilo.

Dirinya sangat khawatir saksi tidak mengerti pertanyaan dan akan merugikan terdakwa yang lain ataupun saksi sendiri.

Diluar sidang, Siregar kembali mengingatkan dan meminta pihak pengadilan untuk menyediakan penterjemah.

“Sidang tadi sudah menunjukkan bahwa para terdakwa harus didampingi penterjemah, bukan saja untuk kepentingan terdakwa tetapi untuk membuka fakta yang sebenarnya, untuk kepentingan kita semua,” tegasnya.(Tim/AlDP).