Berita

Pengusaha Asli Papua Minta Perhatian Khusus Pemerintah

Jayapura–Pengusaha Asli Papua di Kota Jayapura meminta pemerintah lebih serius membuka kesempatan bagi mereka untuk memperoleh kesejahteraan layak. Sejatinya peluang bagi pengusaha muda selalu ada, namun kerap dipolitisir.
“Begitu banyak kekayaan di Papua, semuanya habis di birokrat dan pejabat Papua, orang biasa tidak mendapat apa-apa, pengusaha Papua hanya mengerjakan proyek sepuluh dua puluh juta, miliaran lainnya untuk mereka yang punya kuasa,” kata Hendrik Yance Udam, Ketua Dewan Pendiri Pengusaha Muda Asli Papua, saat membuka Musyawarah Daerah Pertama Himpunan Pengusaha Muda Anak Asli Papua di Jayapura, Sabtu.
Ia mengatakan, pengusaha muda berperan penting dalam pembangunan daerah. “Kita tidak terjun langsung dalam politik, ini adalah alat perjuangan bukan untuk merdeka, tapi untuk memperoleh kesejahteraan, kita bukan pengusaha besar, tapi bagaimana kita ingin ada gerak untuk membantu masyarakat,” ujarnya.
Menurutnya, pembangunan di Papua saat era sebelum Otonomi Khusus dan sesudahnya berbeda jauh. Dulu, kemiskinan di Papua masih dapat ditekan. “Tapi sekarang setelah Otsus, orang miskin makin banyak. Dana otsus trilyunan rupiah hilang begitu saja, saya melihat ada beberapa oknum yang bermain, antaranya DPRP. Uang banyak habis disana,” ucapnya.
Ia menjelaskan, keberpihakan otsus ternyata hanya lips service semata. Dalam aturan disebut panjang lebar, otsus untuk orang Papua. “Nyatanya tidak, dana mengalir dari Papua kembali ke luar Papua, disini hujan batu, hujan emas di negeri seberang, kita hidup diatas emas, tapi tidak pernah melihat emas itu dibawa kemana.”
Udam meminta pemerintah Kota Jayapura tak tinggal diam melihat perjuangan pengusaha Papua yang banting tulang tiap hari mencari sesuap nasi. “Lihat mereka yang duduk di pinggir jalan, mereka kerja keras, tapi apa yang diperoleh, tidak ada, sementara banyak pengusaha luar Papua jalan dengan mobil didepan mereka,” katanya lagi.

Baginya, situasi Papua saat ini trend dengan keinginan untuk melepaskan diri. Ada juga berbagai konflik yang belum tuntas. “Ini adalah pengalihan, kita jangan sampai terjebak, pemuda Papua harus membangun daerahnya. Jadilah pengusaha yang berguna,” pungkasnya.(02/AlDP)