Pengrajin Tarfia Membutuhkan Dukungan
Ilustrasi Korup

Pengrajin Tarfia Membutuhkan Dukungan

Mama Monika, Pengrajin akar Kayu Tarfia Distrik Demta

Demta-Warga di kampung Tarfia mulai membentuk kelompok kerajinan untuk perempuan dan kelompok seni ukir untuk laki-laki. Mereka mulai berinisiatif untuk menghidupkan kembali ketrampilan yang ada untuk menambah penghasilan.

“Selama ini warga membuat kerajinan hanya diwaktu senggang sebab tidak banyak yang laku dan paling mereka sibuk saat musim pameran atau kepentingan lainnya,” Ujar Mama Monika Ondi.(30/06/2012).

Mereka membuat aneka keperluan rumah tangga seperti tikar, membuat taplak, hiasan dinding, juga tas dan minyak kelapa murni yang dipasarkan di kota Jayapura

Bahan dasar dari akar kayu dan daun tikar mereka dapatkan dari sekitar hutan Tarfia. Biasanya dikumpulkan selama 2-3 hari baru diolah untuk kerajinan.

Kata mama Monika, dulu kerajinan mereka sempat hidup karena ada dukungan peralatan dari pemerintah hingga membantu memasarkan namun kini semuanya  hanya menumpuk di rumah.

Sebelumnya beberapa waktu lalu,kampung Tarfia sempat didatangi oleh sekelompok orang yang katanya akan membantu mendukung kerja kelompok ketrampilan hingga memasarkan hasil mereka.

Para pengrajin sempat melakukan demo di pondok kerja namun tak lama berselang mereka mendapat kabar bahwa orang tersebut telah memutuskan memilih tempat lain dan bukan Tarfia. “Kami semua kecewa,” terangnya.

Kini setelah pihak perikanan merencanakan program wisata untuk kampung Tarfia khususnya di pesisir pantai Waicinewai atau yang biasa disebut kali kecil. Kelompok pengrajin dan pengukir di kampung Tarfia akan ikut didukung dengan dana PNPM Mandiri sebesar Rp.90 juta.  Diharapkan tempat wisata akan hidup dan dapat menarik pengunjung dengan membuka pondok untuk memasarkan ketrampilan mereka.

Kelompok ketrampilan yang diberi nama Padiksukse dalam bahasa Tarfia yang artinya Satu Hati ini juga berharap hasil ketrampilan mereka dapat dipasarkan langsung di kota Jayapura.(Tim/AlDP).