Pengelolaan Sampah Memerlukan Peran Serta Masyarakat

Pengelolaan Sampah Memerlukan Peran Serta Masyarakat

TPA-Sarwandori

Serui- Kantor Kebersihan, Pertamanan dan Pemadam Kebakaran Kepulauan Yapen mempunyai 86 petugas kebersihan yang bertugas mulai dari penyapu jalan, sopir, anak buah trek, operator doser, hingga mekanik. Armada mobil yang dipunyai ada 5 unit dimana 2 unit dump truck, 2 ambrol dan 1 truk bak.

Tahun lalu dinas sudah mengadakan alat-alat kerja seperti sepatu boat, pakaian kerja, topi, helm, sarung tangan, garu-garu, sapu dan lainnya untuk membantu kelancaran tugas dan kenyamanan pekerja. “Tetapi para pekerja tidak mau menggunakan dengan alasan kurang nyaman,” demikian disampaikan C.H Marani Kepala Kantor Tata Kota, Kebersihan, Pertamanan dan Pemadam Kebakaran pekan lalu.

“Kesadaran warga juga masih kurang, sampah dibuang sembarangan”. Katanya sebagian bak sampah sudah rusak dan warga bisa turut serta membantu dengan membuat tempat sampah agar sampah bisa dipisahkan dan tidak semua harus dibuang ke TPA. “Ini jelas akan membuat umur TPA menjadi lebih lama”, tambahnya.

Saat ini pengelolaan sampah di Yapen masih menggunakan open dumping. “Bisa saja kita menggunakan pola sanitary landfill namun dana kita tidak mencukupi,” katanya. Rencananya akan ada pengadaan mesin pengolah sampah namun harganya mahal. Selain itu biaya operasional dan perawatan alat tidak sebanding dengan biaya yang dialokasikan.

Tahun ini Dinas telah meminta DPRD untuk mengeluarkan Perda Retribusi Persampahan. “Melalui Perda No.10 tahun 2012 yang mengganti Perda 12 tahun 2009 kami berharap bahwa warga bisa mengelola sampah menjadi lebih bijaksana dan disamping itu mendatangkan pendapatan bagi daerah,” kata C.H Marani S.Sos M.Si mengakhiri pembicaraanya. (04/AlDP)