Pengawasan Pendidikan di Yapen Tidak Optimal
Ilustrasi

Pengawasan Pendidikan di Yapen Tidak Optimal

Yapen-Proses pendidikan bisa berjalan baik jika ada peran pengawasan yang optimal tanpa itu maka pendidikan akan berjalan tanpa arah. “Kami tidak pernah dilibatkan dalam perencanaan kegiatan di Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olah raga (Dinas Dikpora) Kepulauan Yapen. Padahal seharusnya saran dan usul kami bisa digunakan oleh Dinas untuk mengawasi berbagai program pendidikan yang sedang dijalankan,” kata Z.Sanuari.(29/05/2012).

Menurutnya, mereka sudah merencanakan 16 kali monitoring atau supervisi, namun karena keterbatasan dana sehingga dalam setahun hanya bisa dilakukan supervisi 4 kali saja. Akibatnya berdampak pada penilaian pengawasan, tambahnya yang juga sebagai Koordinator Pengawas Sekolah. Ditahun sebelum 2009 dana untuk Pengawas dialokasikan sebesar 350 juta, namun tahun 2010 hingga sekarang hanya 250 juta.

Secara geografis Kabupaten Yapen merupakan daerah kepulauan, “Sehingga faktor transportasi khususnya transportasi laut merupakan hal yang berpengaruh. Dana tersebut tidak akan cukup menjangkau semua daerah dan juga aspek supervise,” katanya.

Supervisi yang dilakukan terkait manajerial dan akademik. Namun yang baru bisa dilakukan adalah manajerial, terkait administrasi Kepala dan Wakil Kepala Sekolah. Sementara untuk administrasi Laboratorium, Perpustakaan belum dilakukan dan untuk supervise akademik juga belum berjalan optimal.

Terkait jumlah pengawas saat ini mengalami peningkatan dari 13 orang menjadi 29 orang. Jumlah pengawas untuk SD sekarang berjumlah 14, sebelumnya 8 orang dengan jumlah SD di Yapen sebanyak 123 Sekolah. Untuk SMP sebanyak 5 orang yang mana tahun lalu berjumlah 3 orang dengan jumlah SMP sebanyak 29 unit. Sementara untuk SMA/SMK pengawas ada 5 orang yang sebelumnya hanya 2 orang dengan jumlah SMA dan SMK masing-masing 7 unit (04/AlDP)