Pengamanan Oleh Brimob di Bandara Dipertanyakan

Pertemuan DPRP dengan Pihak Bandara

Jayapura-Pada kesempatan bertemu dengan kabandara Sentani maka anggota DPRP menyampaikan sejumlah keluhan mengenai pelayanan yang ada di bandara Sentani.(02/08/2012).

Mulai tidak tidak difungsikannya Xray secara maksimal,antrian yang panjang, pelayanan jasa angkutan bandara yang mulai tidak teratur hingga pungli yang diterapkan.  Anggota DPRP juga mempertanyakan alasan penggunaan ruang VIP serta pihak yang bertanggungjawab.

Selain itu mempertanyakan kehadiran aparat Brimob dan TNI yang turut menjaga di pintu masuk. “Waktu dulu di bandara udara Biak juga dijaga oleh TNI AU lantas kami protes dan sekarang mereka sudah ditarik,” Ujar Yan Mandenas Ketua Komisi D DPRP.

Yan Mandenas mempertanyakan kehadiran Brimob yang ada di bandara Sentani. ”Ini bukan darurat militer jadi yang jaga harusnya sipil.  Cukup aparat Brimob dan TNI untuk pengamanan tertutup saja,” katanya.

Hal yang sama dipertanyakan oleh Yunus Wonda dan Yulius Miagoni, kata mereka “Situasi normal jadi cukup pengamanan sipil”.

Kabandara Sentani menegaskan adanya pengamanan brimob dikarenakan beberapa peristiwa penganiayaan dan juga adanya orang mabuk. Selain itu adanya peristiwa  pemotongan kabel bandara. “Tapi sifatnya hanya mem back up”.

Lebih lanjut Kabandara justru mengeluhkan penataan VIP room yang menurutnya kewenangan sepenuhnya berada di Pemda. “ Kami tidak bisa kontrol dari VIP room siapa saja bisa punya akses langsung sampai ke pesawat. Kapan dipakai untuk tamu siapa saja, kami tidak tahu. Ini berbahaya,” katanya.

Diapun mencontohkan beberapa kasus terkait bebasnya senjata tajam dalam penerbangan keluar dari bandara udara Sentani.  Menurutnya lolosnya senjata tajam di bandara Sentani 70-80% melalui VIP room.

“Mereka yang berbuat tapi kami yang ditegur, bapak-bapak  di DPRP tolong bantu kami atasi situasi in karena ini sangat berbahaya untuk penerbangan,” pintanya.(Tim/AlDP).